DPC PSI Binjai Selatan Hadiri Salat Iduladha Bersama Gubernur Sumut di Lapangan Merdeka Binjai
BINJAI Ketua DPC PSI Binjai Selatan, Dilli Suganta Sembiring, menghadiri pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan
NASIONAL
BANDA ACEH — Ustazd T. Azhar Ibrahim LC, M.Sos menilai intoleransi dalam kehidupan beragama kerap berawal dari sikap merasa paling benar dan menutup diri terhadap perbedaan.
Hal itu ia sampaikan dalam Kajian Dhuha di Universitas Ahmad Dahlan Aceh, Jumat, 10 April 2026.
Di hadapan mahasiswa dan dosen, Azhar menjelaskan bahwa intoleransi merupakan sikap tidak mau menerima, menghargai, atau menghormati perbedaan, baik dalam agama, keyakinan, maupun latar belakang sosial dan budaya.Baca Juga:
Sikap ini, kata dia, tidak hanya berhenti pada perbedaan pendapat, tetapi juga pada ketidakmampuan hidup berdampingan secara damai.
"Dalam konteks beragama, intoleransi muncul ketika seseorang merasa paling benar sendiri, lalu merendahkan atau bahkan memusuhi pihak lain yang berbeda," ujarnya.
Azhar menyebutkan, terdapat sejumlah faktor yang memicu munculnya intoleransi.
Salah satunya adalah keterbatasan pengetahuan, ketika seseorang hanya memahami ajaran agama dari satu sudut pandang tanpa membuka diri terhadap keragaman mazhab dan pemikiran.
Selain itu, kepentingan tertentu juga kerap menjadi pemicu. Dalam sejarah, kata dia, agama tidak jarang dijadikan alat untuk meraih kekuasaan, baik dalam bidang politik maupun ekonomi.
Meski demikian, Azhar menilai masyarakat Aceh memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga toleransi.
Ia mencontohkan bagaimana masyarakat setempat terbiasa menghormati perbedaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penggunaan bahasa agar semua pihak dapat memahami percakapan.
Menurut dia, sejarah Aceh juga menunjukkan keterbukaan terhadap keberagaman, baik dari sisi kepemimpinan maupun etnis.
"Aceh tidak tertutup terhadap perbedaan asal-usul, dan itu menjadi kekuatan dalam menjaga harmoni," katanya.
Ia juga menyinggung praktik hidup berdampingan di sejumlah daerah, termasuk di luar negeri seperti Mesir, di mana umat Islam dan Kristen dapat hidup rukun dalam satu masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Azhar menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat dan nilai-nilai adat dalam menjaga keseimbangan antara syariat dan kehidupan sosial.
Ia menyebut prinsip lokal seperti "adat bak po teumeureuhom, hukom bak syiah kuala" sebagai salah satu fondasi harmoni di Aceh.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa toleransi dapat terbangun melalui berbagai faktor, seperti pengalaman hidup berdampingan, ikatan keluarga, hingga nilai adat yang mengajarkan saling menghormati.
Selain itu, masyarakat juga perlu bijak dalam menjaga isu-isu sensitif agar tidak memicu konflik.
"Toleransi bukan berarti mengaburkan keyakinan, tetapi menghormati perbedaan tanpa kehilangan prinsip," ujarnya.
Azhar mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta keharmonisan di tengah keberagaman.*
(ad)
BINJAI Ketua DPC PSI Binjai Selatan, Dilli Suganta Sembiring, menghadiri pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Raya Baitur
NASIONAL
JOKOWI Sekretaris Jenderal Relawan Pro Jokowi (Projo), Freddy Damanik, menyatakan bahwa kegiatan Joko Widodo berkeliling ke sejumlah daera
POLITIK
JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Masjid Istiqlal, Jakarta, menerima sejumlah hewan kurban dari masyarakat nonMus
NASIONAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam forum Dewan Keamanan Perserikatan BangsaBangsa (PBB) menilai situasi di Palestina, khususnya
NASIONAL
BINJAI Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution merespons desakan pemberian kompensasi kepada warga yang terdampak pemadaman listrik total
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Indomarco Prismatama (Indomaret) dan dua
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terus berada dalam tekanan dan semakin mendekati angka keramat versi warganet di kisaran Rp17.845 per dolar
EKONOMI
MEDAN Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resmi terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Ajang fes
SENI DAN BUDAYA
BINJAI Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama ribuan masyarakat di Lapang
PEMERINTAHAN