JAKARTA – Hari Raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewankurban dan pembagian daging kepada masyarakat.
Namun dalam Islam, proses pembagian daging kurban tidak hanya sekadar berbagi, melainkan memiliki aturan dan ketentuan yang dianjurkan sesuai syariat agar ibadahkurban bernilai sempurna di sisi Allah SWT.
Para ulama menjelaskan bahwa pembagian daging kurban harus dilakukan secara adil, amanah, dan mengutamakan masyarakat yang membutuhkan.
Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, kurban juga merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Dalam pelaksanaannya, pembagian daging kurban dibedakan antara kurban wajib dan kurban sunnah.
Untuk kurban wajib, seluruh bagian hewankurban harus disalurkan kepada pihak yang berhak menerima, termasuk kulit, tanduk, dan kukunya.
Sementara pada kurban sunnah, para ulama memberikan beberapa pandangan.
Dalam pendapat yang banyak diterapkan, daging kurban dibagi menjadi tiga bagian, yaitu untuk yang berkurban, kerabat atau tetangga, serta fakir miskin.
Orang yang berkurban diperbolehkan menikmati sebagian daging kurbannya sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.
Namun, bagian tersebut tidak boleh diperjualbelikan, termasuk jeroan maupun bagian lainnya.
2. Sepertiga untuk Kerabat dan Tetangga
Sebagian daging kurban dianjurkan diberikan kepada keluarga, kerabat, sahabat, dan tetangga sebagai sarana mempererat silaturahmi serta berbagi kebahagiaan pada Hari Raya Idul Adha.
3. Sepertiga untuk Fakir Miskin
Bagian ini menjadi prioritas utama karena tujuan kurban juga untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pembagian harus dilakukan secara adil dan tepat sasaran agar manfaat kurban dapat dirasakan secara luas.
Utamakan Keadilan dan Amanah
Dalam proses distribusi, panitia kurban dianjurkan mengutamakan kelompok fakir miskin, kaum dhuafa, dan masyarakat yang jarang menikmati konsumsi daging.
Pembagian juga harus dilakukan secara transparan tanpa diskriminasi.
Prinsip keadilan dalam pembagian daging kurban menjadi bagian penting agar ibadahkurban tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.
Keutamaan Ibadah Kurban
Kurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Selain sebagai bentuk ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT, ibadahkurban memiliki pahala yang besar.
Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap helai rambut hewankurban mengandung pahala bagi orang yang berkurban.
Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan ibadahkurban yang telah dicontohkan sejak masa Nabi Ibrahim AS.
Melalui kurban, umat Islam diajak untuk memperkuat nilai keikhlasan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama.
Karena itu, pembagian daging kurban yang sesuai sunnah menjadi bagian penting agar tujuan ibadah ini dapat tercapai secara optimal.*
(ad)
Editor
: Abyadi Siregar
Tata Cara Pembagian Daging Kurban Sesuai Sunnah, Ini Ketentuan dan Porsinya