Rekaman CCTV Ungkap Aksi Brutal Pemuda Bersajam di Tanjung Tiram, Warga Resah
BATU BARA Aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh sekelompok pemuda bersenjata tajam menggemparkan warga Kecamatan Tanjung Tiram, Kabu
PERISTIWA
JAKARTA –Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengumumkan rencana penerapan pembebasan retribusi pelayanan kebersihan bagi rumah tangga yang aktif memilah sampah dari sumbernya. Program inovatif ini direncanakan mulai berlaku pada 1 Januari 2025 dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik.
Masyarakat menyambut baik kebijakan ini, meskipun mereka berharap pemerintah juga menyediakan fasilitas yang memadai, seperti tempat pembuangan sampah berdasarkan kategori. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat dengan mudah menjalankan program pemilahan sampah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Salah satu warga yang mendukung program ini, Heni (39), yang tinggal di Gang Kemanggisan Jati Padang, mengungkapkan bahwa pembebasan retribusi ini dapat mengurangi beban pengeluaran bulanan mereka. “Dengan adanya program ini, pemasukan dari pekerjaan sebagai ojek online dapat dialokasikan untuk biaya listrik dan kebutuhan lainnya,” katanya.
Heni menekankan pentingnya ketersediaan tempat pembuangan sampah. “Setuju, kalau ada tempat pembuangannya lebih setuju lagi. Cuma kan kita lagi mikirin tempat pembuangannya. Tempat pembuangannya tuh nggak ada,” keluhnya. Ia menyatakan bahwa seringkali warga terpaksa membakar sampah karena minimnya fasilitas pembuangan.
Hal senada disampaikan oleh Nadia (29), pemilik indekos dan minimarket di Sawo Manila. Menurutnya, program ini dapat mendorong kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, namun tetap menghadapi kendala yang sama: kekurangan tempat pembuangan sampah. “Sebenarnya pembebasan retribusi ini bagus, tapi tempat pembuangannya kurang,” ujarnya.
Nadia juga mencatat bahwa dalam sehari, dia bisa menghasilkan satu karung sampah dari usaha dan kebiasaannya sehari-hari. Ia mengeluarkan biaya sekitar Rp 30.000-35.000 setiap bulannya untuk iuran sampah. “Saya bayar iuran ke orang yang bawa gerobak sampah,” katanya, menunjukkan bagaimana banyak warga yang masih bergantung pada metode tradisional untuk membuang sampah.
Kedua warga ini menekankan pentingnya sosialisasi dari pemerintah mengenai pemilahan sampah, terutama perbedaan antara sampah organik dan anorganik. “Harus ada sosialisasi juga terkait sampah karena tidak semua masyarakat Jakarta tahu ini sampah organik. Ini sampah non-organik,” tambah Nadia.
Dengan langkah yang diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah akan meningkat, bersamaan dengan adanya fasilitas yang memadai untuk mendukung program pemilahan sampah. Jika berhasil, ini bisa menjadi model bagi kota-kota lain dalam menangani masalah kebersihan dan pengelolaan sampah yang semakin kompleks.
Menghadapi Tantangan ke DepanProgram ini tentu saja masih harus diimbangi dengan infrastruktur yang memadai. Warga berharap Pemprov DKI Jakarta dapat memberikan solusi terkait ketersediaan tempat pembuangan sampah agar mereka dapat berpartisipasi aktif dalam program ini tanpa harus mengalami kesulitan.
Dengan harapan ini, masyarakat Jakarta menantikan implementasi program pembebasan retribusi dan langkah-langkah nyata dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di ibu kota.
(N/014)
BATU BARA Aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh sekelompok pemuda bersenjata tajam menggemparkan warga Kecamatan Tanjung Tiram, Kabu
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengajak generasi muda Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas d
NASIONAL
CIREBON Seorang mantan calon anggota legislatif (caleg) di Kota Cirebon berinisial H (43) diduga melakukan pemerasan dan eksploitasi sek
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia memperketat kewaspadaan di seluruh pintu masuk negara menyusul penetapan wabah Ebola di Republik Demokratik
KESEHATAN
JAKARTA Pemerintah kini memiliki kewenangan untuk membekukan atau menangguhkan ekspor minyak bumi hasil produksi dalam negeri apabila kond
EKONOMI
JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha untuk terus memperkuat nilai toleransi, persaudaraan, welas asih, serta kontr
NASIONAL
JAKARTA Sejumlah harga komoditas pangan mengalami kenaikan usai libur panjang Iduladha pada akhir pekan ini. Kenaikan terutama terjadi p
EKONOMI
JAKARTA Kuasa hukum PT Putraprima Mineral Mandiri (PMM), Poltak Silitonga, membantah tudingan bahwa perusahaannya tidak kooperatif dalam
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA PT QMB New Energy Materials meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 Corporate Level STAR 4 (Bintang 4) berkat program tanggung ja
NASIONAL
JAKARTA Polisi menangkap pasangan suami istri berinisial RM dan ER, pemilik wedding organizer (WO) Marwah yang diduga menipu puluhan pas
HUKUM DAN KRIMINAL