Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Di antaranya berlandaskan akidah yang lurus, membiasakan ibadah dalam kehidupan keluarga, menjunjung tinggi akhlak mulia, menjalankan hak dan kewajiban secara seimbang, menjadi tempat pendidikan utama bagi anak-anak, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Aslam Nur menegaskan bahwa terwujudnya keluarga sakinah memerlukan peran suami dan istri yang sama-sama menjalankan amanah sesuai ajaran Islam.
Ia menjelaskan bahwa suami merupakan pemimpin keluarga sebagaimana disebutkan dalam Surat An-Nisa ayat 34.
Namun, kepemimpinan tersebut bukan dimaknai sebagai kekuasaan, melainkan tanggung jawab untuk membimbing, melindungi, memberikan nafkah yang halal, dan menjadi teladan dalam keimanan maupun akhlak.
Sementara itu, istri memiliki peran sebagai pendamping yang menjaga kehormatan keluarga, mengelola rumah tangga dengan amanah, mendidik anak-anak, serta menjadi penyejuk hati bagi suami.
Hubungan suami dan istri, menurutnya, merupakan kemitraan yang dilandasi ibadah kepada Allah, saling melengkapi dalam kebaikan dan ketakwaan.
Dalam kesempatan itu, Aslam Nur juga mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga.
Ia menjelaskan bahwa Islam memang membolehkan perceraian, tetapi menjadikannya sebagai jalan terakhir setelah seluruh upaya perdamaian dilakukan.
Menurutnya, setiap persoalan dalam rumah tangga hendaknya diselesaikan melalui musyawarah, saling memaafkan, memperbaiki komunikasi, serta menghadirkan penengah dari kedua belah pihak sebagaimana petunjuk Allah dalam Surat An-Nisa ayat 35.
"Muhammadiyah memandang bahwa menjaga keutuhan keluarga merupakan bagian dari menjaga kemaslahatan umat. Perceraian tidak hanya berdampak kepada suami dan istri, tetapi juga meninggalkan luka bagi anak-anak dan dapat melemahkan sendi-sendi masyarakat," ujarnya.
Di akhir ceramahnya, Aslam Nur mengingatkan bahwa keluarga sakinah bukan berarti keluarga yang tidak pernah menghadapi ujian.
Menurutnya, setiap rumah tangga pasti akan menghadapi persoalan, namun keluarga yang sakinah akan selalu menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman, mengedepankan musyawarah, kesabaran, serta menjadikan ridha Allah sebagai tujuan utama dalam menjalani kehidupan berkeluarga.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.