BREAKING NEWS
Sabtu, 04 Juli 2026

Keluarga Sakinah adalah Fondasi Masyarakat Islam Berkemajuan

T.Jamaluddin - Sabtu, 04 Juli 2026 07:33 WIB
Keluarga Sakinah adalah Fondasi Masyarakat Islam Berkemajuan
Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA), Dr. H. Aslam Nur, M.A. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH – Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA), Dr. H. Aslam Nur, M.A., menegaskan bahwa pembinaan keluarga menjadi salah satu perhatian utama Muhammadiyah dalam mewujudkan masyarakat Islam yang berkemajuan.

Menurutnya, keluarga yang dibangun di atas nilai-nilai Islam akan melahirkan generasi yang beriman, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Aslam Nur dalam Pengajian Sabtu Subuh yang digelar di Masjid Tgk. Jakfar Hanafiah Kampus UNMUHA Banda Aceh, Sabtu (4/7/2026).

Baca Juga:

Dalam pemaparannya, Aslam Nur menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah lama memberikan perhatian terhadap pembinaan keluarga.

Salah satu bentuknya adalah rekomendasi Muktamar Muhammadiyah di Solo untuk menyusun buku Keluarga Sakinah sebagai pedoman bagi warga Muhammadiyah dalam membangun rumah tangga yang Islami.

"Hal ini menunjukkan bahwa keluarga merupakan fondasi utama lahirnya masyarakat Islam yang berkemajuan," kata Aslam Nur.

Menurutnya, keluarga sakinah adalah keluarga yang dibangun berdasarkan ajaran Islam sehingga menghadirkan sakinah (ketenteraman), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang).

Ia mengutip firman Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 21 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan pasangan hidup agar manusia memperoleh ketenteraman serta dianugerahi rasa kasih dan sayang.

Ayat tersebut, menurutnya, menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan sosial, tetapi juga merupakan bagian dari ibadah kepada Allah.

Aslam Nur juga mengaitkan pesan tersebut dengan Surat Al-Anfal ayat 2.

Ia menjelaskan bahwa jika ayat-ayat Al-Qur'an mampu menambah keimanan, maka pernikahan sebagai salah satu tanda kebesaran Allah juga semestinya menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Dalam ceramahnya, ia menguraikan sejumlah karakteristik keluarga sakinah menurut Muhammadiyah.

Di antaranya berlandaskan akidah yang lurus, membiasakan ibadah dalam kehidupan keluarga, menjunjung tinggi akhlak mulia, menjalankan hak dan kewajiban secara seimbang, menjadi tempat pendidikan utama bagi anak-anak, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Aslam Nur menegaskan bahwa terwujudnya keluarga sakinah memerlukan peran suami dan istri yang sama-sama menjalankan amanah sesuai ajaran Islam.

Ia menjelaskan bahwa suami merupakan pemimpin keluarga sebagaimana disebutkan dalam Surat An-Nisa ayat 34.

Namun, kepemimpinan tersebut bukan dimaknai sebagai kekuasaan, melainkan tanggung jawab untuk membimbing, melindungi, memberikan nafkah yang halal, dan menjadi teladan dalam keimanan maupun akhlak.

Sementara itu, istri memiliki peran sebagai pendamping yang menjaga kehormatan keluarga, mengelola rumah tangga dengan amanah, mendidik anak-anak, serta menjadi penyejuk hati bagi suami.

Hubungan suami dan istri, menurutnya, merupakan kemitraan yang dilandasi ibadah kepada Allah, saling melengkapi dalam kebaikan dan ketakwaan.

Dalam kesempatan itu, Aslam Nur juga mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga.

Ia menjelaskan bahwa Islam memang membolehkan perceraian, tetapi menjadikannya sebagai jalan terakhir setelah seluruh upaya perdamaian dilakukan.

Menurutnya, setiap persoalan dalam rumah tangga hendaknya diselesaikan melalui musyawarah, saling memaafkan, memperbaiki komunikasi, serta menghadirkan penengah dari kedua belah pihak sebagaimana petunjuk Allah dalam Surat An-Nisa ayat 35.

"Muhammadiyah memandang bahwa menjaga keutuhan keluarga merupakan bagian dari menjaga kemaslahatan umat. Perceraian tidak hanya berdampak kepada suami dan istri, tetapi juga meninggalkan luka bagi anak-anak dan dapat melemahkan sendi-sendi masyarakat," ujarnya.

Di akhir ceramahnya, Aslam Nur mengingatkan bahwa keluarga sakinah bukan berarti keluarga yang tidak pernah menghadapi ujian.

Menurutnya, setiap rumah tangga pasti akan menghadapi persoalan, namun keluarga yang sakinah akan selalu menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman, mengedepankan musyawarah, kesabaran, serta menjadikan ridha Allah sebagai tujuan utama dalam menjalani kehidupan berkeluarga.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
5 Keistimewaan Bulan Muharram yang Wajib Diketahui Umat Islam
Waktu Terasa Semakin Cepat, Benarkah Salah Satu Tanda Kiamat? Ini Penjelasan Ulama
Ini Makna Hasbunallah wa Ni'mal Wakil, Zikir yang Mengajarkan Tawakal kepada Allah
Eks Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Haji 2023–2024
Ini Daftar Perempuan yang Haram Dinikahi dalam Islam
Pemkab Asahan Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Bupati Ajak Warga Perkuat Iman dan Muhasabah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru