Bobby Nasution Soroti Kesiapan Porprovsu 2026, Pastikan Atlet Bertanding Tanpa Keluhan
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta persiapan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XI
PEMERINTAHAN
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut Indonesia memiliki peluang besar menjadi episentrum baru peradaban modern dunia Islam. Menurutnya, kondisi ekonomi yang stabil, masyarakat yang moderat, serta situasi politik yang kondusif menjadi modal penting untuk mewujudkan hal tersebut.
Nasaruddin mengatakan Indonesia memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan beberapa negara lain, termasuk kondisi ekonomi yang terus tumbuh dengan tingkat inflasi yang relatif terkendali.
"Maka itu banyak sekali ekspektasi ke depan ini membayangkan Indonesia itu akan menjadi kekuatan baru munculnya peradaban baru, bukan lagi di Timur Tengah tetapi ini akan pindah ke Indonesia yang akan datang," ujar Nasaruddin dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Selasa (14/7/2026).Baca Juga:
Menurutnya, perkembangan pemikiran dan kemajuan peradaban hanya dapat tumbuh dalam negara yang memiliki stabilitas dan kondisi yang mendukung.
"Pemikiran yang tenang itu hanya akan bisa lahir di dalam negara yang tenang, yang stabilitas ekonominya kuat," katanya.
Selain faktor ekonomi, Menag menyebut Indonesia memiliki modal lain seperti karakter umat Islam yang moderat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, stabilitas politik, serta bonus demografi yang dapat menjadi kekuatan bangsa.
Namun, Nasaruddin menilai peluang tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Ia mendorong agar lulusan perguruan tinggi Islam tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu membaca perkembangan dunia, geopolitik, serta tantangan global.
"Kita sebagai alumni UIN harus punya kesadaran geopolitik yang tinggi juga. Kita jangan hanya mahir membaca kitab kuning, tetapi kitab putih juga," tegasnya.
Guru Besar UIN Jakarta itu juga menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak ilmuwan dan inovator agar mampu bersaing dan menjadi pusat perkembangan peradaban modern Islam.
Menurut dia, bangsa Indonesia perlu melahirkan generasi unggul yang mampu menggabungkan ilmu agama dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Kalau Indonesia ingin menjadi episentrum peradaban dunia modern, maka tidak ada cara lain kita harus melahirkan seribu BJ Habibie di Indonesia," pungkas Nasaruddin.* (d/dh)
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta persiapan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XI
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sektor pendidikan sebagai langkah menc
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan mengikuti rapat koordinasi monitoring dan asistensi penggunaan Dana Transfer ke Daerah (TKD) tambahan bersama
PEMERINTAHAN
JAKARTA Polemik pengalihan penanganan sejumlah perkara yang menyeret nama eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adr
POLITIK
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memastikan gangguan antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisia
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi sejumlah k
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan proses hukum terhadap mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya tetap berja
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap telah melakukan pemblokiran terhadap lebih dari 3 juta situs dan konten ya
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan akan mendorong pemangkasan birokrasi yang dinilai menghambat percepatan program prioritas Pr
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bobby Adhityo Rizaldi
HUKUM DAN KRIMINAL