Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Maka dikatakan kepada mereka, 'Masuklah ke dalam surga, dan (surga adalah) sebaik-baik pahala bagi orang yang beramal'."
Meski jalur periwayatan dialog panjang ini dinilai memiliki sanad yang lemah (dhaif) karena keberadaan perawi majhul bernama Abdul Wahab bin Al-Warad, esensi mengenai cepatnya hisab orang miskin tetap diakui.
Tak sekadar menjadi rombongan pertama, kaum papa juga diproyeksikan menjadi mayoritas penduduk surga.
Fakta ini dikuatkan oleh hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Usamah bin Zaid, di mana Rasulullah SAW bersabda:
"Aku pernah berdiri di pintu surga, dan ternyata kebanyakan yang memasukinya adalah orang-orang miskin. Dan aku telah berdiri di pintu neraka, dan ternyata kebanyakan yang memasukinya adalah kaum wanita."
Penegasan serupa juga ditemukan dalam riwayat Imam Muslim dari Ibnu Abbas RA, yang menyebutkan bahwa saat Rasulullah SAW memeriksa keadaan surga, beliau melihat sebagian besar penghuninya adalah orang-orang fakir.
Sebagai penawar atas segala nestapa kemiskinan di dunia, Al-Qur'an menggambarkan surga sebagai tempat peristirahatan mutlak yang menyajikan kenikmatan abadi.
Dalam Surah Shad ayat 49-54, Allah SWT menjanjikan rezeki yang tiada habisnya, mulai dari buah-buahan, minuman, hingga kenyamanan fisik tanpa lelah.
Hal ini dipertegas dalam Surah Al-Hijr ayat 48 yang menyatakan bahwa para penghuni surga tidak akan pernah merasa lelah dan tidak akan pernah dikeluarkan dari dalamnya.* (d/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.