BREAKING NEWS
Minggu, 19 Juli 2026

Mazhab Ekonomi Islam: Ustaz Asrul Fuadi Tegaskan Harta Adalah Amanah, Bukan Kepemilikan Mutlak Manusia

T.Jamaluddin - Minggu, 19 Juli 2026 09:56 WIB
Mazhab Ekonomi Islam: Ustaz Asrul Fuadi Tegaskan Harta Adalah Amanah, Bukan Kepemilikan Mutlak Manusia
Ustaz Asrul Fuadi, Lc., M.A. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Ia mengingatkan bahwa sejumlah sahabat Nabi Muhammad SAW seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, Utsman bin Affan RA, Abdurrahman bin Auf RA, dan Zubair bin Awwam RA merupakan sosok-sosok yang dikenal memiliki kekayaan melimpah, namun memanfaatkannya untuk kepentingan umat.

"Yang dipermasalahkan bukan kekayaannya, tetapi bagaimana cara memperolehnya dan bagaimana menggunakannya," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Islam mengatur etika bisnis dengan melarang praktik riba, penipuan, manipulasi timbangan, suap, monopoli yang merugikan masyarakat, hingga penimbunan barang kebutuhan pokok (ihtikar).

Dalam pandangan Islam, lanjutnya, harta juga memiliki fungsi sosial. Karena itu, umat Islam didorong untuk menunaikan zakat, infak, sedekah, wakaf, hibah, dan berbagai bentuk distribusi kekayaan lainnya agar manfaat ekonomi dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, zakat merupakan instrumen utama dalam sistem distribusi kekayaan Islam karena mampu mengurangi kesenjangan sosial sekaligus menyucikan harta dan jiwa pemiliknya.

Selain individu, negara juga memiliki peran penting dalam mewujudkan keadilan ekonomi. Negara bertugas melindungi hak kepemilikan masyarakat, mengawasi aktivitas pasar agar bebas dari praktik riba dan monopoli, mengelola zakat secara amanah, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.

Di akhir kajian, Ustaz Asrul mengajak umat Islam menjadikan harta sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat dakwah, membantu sesama, dan membangun kesejahteraan masyarakat.

"Jangan sampai harta menguasai hati kita. Jadikanlah harta sebagai amanah yang membawa keberkahan, bukan sekadar alat untuk memperkaya diri sendiri," tutupnya.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru