BREAKING NEWS
Sabtu, 03 Oktober 2026

Kenapa Disebut Doa Sapu Jagat? Ini Asal Sebutan dan Makna Doanya

Adelia Syafitri - Jumat, 14 Agustus 2026 08:52 WIB
Kenapa Disebut Doa Sapu Jagat? Ini Asal Sebutan dan Makna Doanya
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Doa Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar tentu sudah tidak asing bagi umat Islam.

Doa yang dikenal sebagai Doa Sapu Jagat ini kerap dibaca dalam berbagai kesempatan karena lafaznya singkat, tetapi mengandung permohonan yang luas.

Lantas, Doa Sapu Jagat gunanya untuk apa?

Baca Juga:

Doa tersebut berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kebaikan dalam kehidupan dunia, kebaikan di akhirat, sekaligus perlindungan dari siksa neraka.

Doa ini merupakan potongan dari Surah Al-Baqarah ayat 201.

Sebutan "Sapu Jagat" merupakan istilah yang populer di kalangan masyarakat muslim Indonesia untuk menggambarkan luasnya permohonan yang terkandung di dalamnya.

Doa Sapu Jagat Arab, Latin, dan Artinya

Berikut bacaan Doa Sapu Jagat:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanā, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā 'adzāban nār.

Artinya:
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."

Doa ini diriwayatkan sebagai salah satu doa yang paling sering dibaca Nabi Muhammad SAW.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA disebutkan bahwa doa tersebut termasuk doa yang paling banyak dibaca Rasulullah SAW.

Anas bin Malik RA juga dikenal senantiasa mengamalkan doa tersebut ketika berdoa, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis riwayat Muslim.

Mengapa Disebut Doa Sapu Jagat?

Sebutan Doa Sapu Jagat bukanlah nama yang terdapat dalam Al-Qur'an. Istilah tersebut merupakan sebutan masyarakat muslim Indonesia.

Nama itu menggambarkan isi doanya yang mencakup permohonan kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat serta perlindungan dari azab neraka.

Dengan kata lain, doa ini tidak hanya meminta satu jenis kenikmatan.

Seorang muslim memohon agar kehidupannya di dunia mendapatkan kebaikan, kehidupan akhirat juga mendapatkan kebaikan, dan dirinya dijauhkan dari siksa neraka.

Kandungan Doa Sapu Jagat

Sejumlah ulama menjelaskan bahwa kebaikan yang dimaksud dalam doa tersebut memiliki cakupan yang luas.


Kebaikan dunia dapat berupa kesehatan, tempat tinggal yang baik, rezeki yang cukup, ilmu yang bermanfaat, amal saleh, kendaraan atau sarana kehidupan yang baik, hingga kehidupan yang mendapat penghargaan dan kebaikan dari masyarakat.

Adapun kebaikan akhirat mencakup keselamatan pada hari kiamat, kemudahan dalam menjalani hisab, serta memperoleh kenikmatan surga.

Ibnul Jauzi dalam Zaadul Masir juga menjelaskan sejumlah bentuk kebaikan dunia, antara lain pasangan yang salehah, ketekunan beribadah, ilmu, harta, keselamatan, rezeki yang luas, dan kenikmatan hidup.

Sementara kebaikan akhirat berkaitan dengan surga dan ampunan Allah SWT.

Keutamaan Doa Sapu Jagat

Doa Sapu Jagat memiliki makna yang sangat luas karena seorang muslim memohon kebaikan sekaligus perlindungan kepada Allah SWT.

Di antara manfaat yang dijelaskan dalam berbagai literatur keislaman antara lain:

- Memohon ketenteraman jiwa, keselamatan, dan kecukupan rezeki.
- Memohon perlindungan dari berbagai keburukan dan marabahaya.
- Memohon keselamatan pada kehidupan akhirat.
- Memohon kemudahan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
- Memohon ampunan dan kenikmatan surga.

Karena lafaznya singkat dan mudah dihafalkan, Doa Sapu Jagat dapat diamalkan dalam berbagai kesempatan.

Namun, yang tidak kalah penting adalah memahami maknanya sehingga doa tidak hanya diucapkan, tetapi juga dihayati sebagai bentuk permohonan dan pengharapan kepada Allah SWT.* (d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Maulid Nabi 1448 H Kapan? Simak Tanggal dan Makna Peringatannya
Tanjungbalai Jadi Tuan Rumah Milad ke-64 Wanita Islam Sumut, Pemko Siap Dukung
Ingin Ruqyah Mandiri? Ini Bacaan dan Cara yang Dicontohkan Rasulullah SAW
Ketiduran hingga Lewat Waktu Salat, Apakah Harus Segera Qodho?
MUI Tegaskan Hukum Pria Kenakan Busana Perempuan dalam Karnaval 17 Agustus: Haram!
Jangan Diabaikan, 5 Kondisi Rumah Ini Disebut Membuat Malaikat Enggan Masuk
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru