BREAKING NEWS
Jumat, 19 Juni 2026

Perang Dagang AS Pengaruhi Nilai Tukar Rupiah, Ibrahim Assuabi: Rupiah Bisa Capai Rp17.000!

Adelia Syafitri - Kamis, 03 April 2025 17:22 WIB
Perang Dagang AS Pengaruhi Nilai Tukar Rupiah, Ibrahim Assuabi: Rupiah Bisa Capai Rp17.000!
Ilustrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, menyatakan bahwa nilai tukar rupiah melemah akibat dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Menurut Ibrahim, kemungkinan besar dalam minggu-minggu mendatang, nilai tukar rupiah akan mencapai level Rp16.900, dan bisa saja melampaui Rp17.000.

"Pelemahan ini disebabkan oleh perang dagang yang membuat mata uang rupiah kembali tertekan. Pembukaan pasar pada level Rp16.900 bisa terjadi dalam waktu dekat, bahkan ada kemungkinan besar bisa pecah di Rp17.000," ujar Ibrahim di Jakarta pada Kamis (3/4).

Pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah melemah sebesar 33 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.746 per dolar AS, dibandingkan dengan sebelumnya Rp16.713 per dolar AS.

Keputusan Presiden AS, Donald Trump, yang mengumumkan kenaikan tarif impor sebesar 10 persen untuk banyak negara, termasuk Indonesia, telah memberi dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Indonesia termasuk dalam urutan kedelapan negara yang akan dikenakan tarif timbal balik sebesar 32 persen.

Sekitar 60 negara di seluruh dunia akan terkena tarif tambahan yang beragam, termasuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand.

Trump beralasan kebijakan ini akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri AS, dengan mengurangi ketidakseimbangan perdagangan yang ada.

Ibrahim menyarankan agar Indonesia mengambil langkah serupa dengan AS, dengan mengenakan biaya impor yang setara, yakni 32 persen.

"Untuk menanggulangi dampak dari perang dagang ini, Pemerintah Indonesia harus melakukan perlawanan dengan cara menerapkan biaya impor yang setara dengan tarif yang diberikan AS, serta mengembangkan pasar ekspor baru melalui BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan)," jelas Ibrahim.

Ia juga menekankan perlunya pemerintah untuk menggelontorkan stimulus ekonomi dan melakukan intervensi melalui Bank Indonesia di pasar valuta asing dan obligasi untuk menstabilkan rupiah.

(at/a)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru