BREAKING NEWS
Kamis, 23 April 2026

Suku Bunga Turun, Ini Strategi Investasi Deposito yang Bisa Kamu Coba

Adelia Syafitri - Minggu, 07 September 2025 11:46 WIB
Suku Bunga Turun, Ini Strategi Investasi Deposito yang Bisa Kamu Coba
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Di tengah upaya Bank Indonesia (BI) mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pelonggaran moneter, sejumlah bank besar milik negara memilih untuk mempertahankan tingkat bunga deposito mereka pada September 2025.

BI melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19–20 Agustus 2025 resmi menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,00%.

Penurunan ini juga berlaku untuk suku bunga Deposit Facility menjadi 4,25% dan Lending Facility menjadi 5,75%.

Ini menjadi pemangkasan keempat sepanjang tahun 2025, seiring dengan terkendalinya inflasi dalam target 2,5±1% dan stabilnya nilai tukar rupiah.

Meski demikian, bank-bank besar BUMN seperti BRI, Mandiri, dan BNI belum mengubah suku bunga deposito mereka hingga awal September ini.

Di tengah fluktuasi pasar saham dan aset kripto, deposito masih menjadi pilihan populer bagi investor berprofil risiko rendah.

Instrumen ini tidak hanya dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), tetapi juga menawarkan imbal hasil tetap yang diketahui sejak awal penempatan.

Selain itu, bunga deposito umumnya lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa, membuatnya cocok untuk kebutuhan keuangan jangka pendek hingga menengah.

Namun, bunga deposito sangat bergantung pada kebijakan suku bunga BI, yang menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan daya tarik produk ini.

Tingkat Bunga Deposito Bank BUMN per September 2025

1. Bank BRI (BBRI)

Meskipun BI menurunkan suku bunga acuan, Bank BRI belum mengubah bunga depositonya.

BRI tetap menawarkan suku bunga bervariasi untuk jangka waktu 1 hingga 36 bulan.

- 1 bulan: 3,35%

- 3 bulan: 3,5%

- 6–36 bulan: 3,00%

Deposito tersedia dalam berbagai mata uang dan jumlah penempatan, dari di bawah Rp 100 juta hingga lebih dari Rp 2 miliar.

2. Bank Mandiri (BMRI)

Bank Mandiri mempertahankan bunga depositonya di level sebelumnya, dengan imbal hasil lebih rendah dibandingkan BRI.

- 1–3 bulan: 2,25%

- 6–24 bulan: 2,50%

Nasabah bisa memilih metode pembayaran bunga secara bulanan maupun saat jatuh tempo.

3. Bank BNI (BBNI)

Bank Negara Indonesia menawarkan bunga yang kompetitif namun tetap stabil di September ini.

Bunga tertinggi bisa dinikmati untuk tenor panjang, yakni di atas 12 bulan.

- 1 bulan: 2,25%

- 3 bulan: 2,50%

- 6 bulan: 2,75%

- 12–24 bulan: 3,00%

BNI juga memberikan fleksibilitas tenor dan layanan deposito dalam berbagai mata uang.

Apa Dampaknya bagi Investor Deposito?

Penurunan suku bunga acuan BI biasanya akan diikuti oleh penyesuaian bunga deposito.

Namun, keputusan bank untuk menahan suku bunga deposito menunjukkan bahwa likuiditas perbankan masih dalam kondisi cukup longgar atau bank memilih untuk menjaga daya tarik produk simpanan mereka.

Bagi investor, kondisi ini bisa menjadi sinyal untuk mengevaluasi strategi keuangan mereka.

Jika bunga deposito turun dalam waktu dekat, diversifikasi portofolio ke instrumen lain seperti obligasi atau reksa dana pendapatan tetap bisa dipertimbangkan.

Meski suku bunga acuan BI turun, bank BUMN besar masih bertahan dengan suku bunga deposito yang sama.

Masyarakat dengan profil risiko konservatif tetap bisa memanfaatkan deposito sebagai sarana investasi aman sambil mencermati arah kebijakan moneter selanjutnya.*

(cb/a008)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru