BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

IHSG Menguat, Sentuh Rekor Market Cap Rp15.000 Triliun, Saham EMAS hingga BBCA Moncer

- Rabu, 24 September 2025 09:42 WIB
IHSG Menguat, Sentuh Rekor Market Cap Rp15.000 Triliun, Saham EMAS hingga BBCA Moncer
Ilustrasi. (foto: bizhare)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren positif pada perdagangan hari ini, Rabu (24/9/2025).

IHSG dibuka menguat ke level 8.161,28, dengan kapitalisasi pasar yang untuk pertama kalinya menyentuh Rp15.000 triliun, mencatatkan rekor baru dalam sejarah pasar modal Indonesia.

Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG sempat bergerak di kisaran 8.149–8.166 sesaat setelah pembukaan.

Baca Juga:
Sebanyak 284 saham menguat, 112 saham melemah, dan 215 lainnya stagnan.

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), emiten pendatang baru di sektor pertambangan emas, mencuri perhatian pagi ini.

Saham EMAS tercatat sebagai yang paling aktif diperdagangkan, dengan nilai transaksi mencapai Rp301,4 miliar.

Harga sahamnya melonjak 12,22% ke level Rp4.040 per saham.

Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif dari penguatan harga emas dunia yang tengah menembus rekor tertinggi, serta prospek cerah sektor komoditas di tengah tren pelonggaran moneter global.

Selain EMAS, beberapa saham unggulan lainnya juga turut menopang penguatan IHSG:

- BBCA naik 0,95% ke level Rp7.950

- BUMI naik 2,14% ke Rp143

- BREN naik 2,22% ke Rp9.225

- BBRI naik 0,24% ke Rp4.150

- BRPT naik 0,89% ke Rp3.400

Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa IHSG sebelumnya ditutup menguat 1,06% ke 8.125,2 pada Selasa (23/9/2025), yang menjadi all time high baru.

Penguatan harga komoditas, termasuk emas dan batu bara, menjadi pendorong utama bagi saham-saham sektor terkait.

Dari sisi makroekonomi, ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve menjadi faktor positif bagi pasar.

Selain itu, upaya pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, dalam memberantas peredaran rokok ilegal turut mengangkat saham-saham rokok.

Namun, pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini tetap menjadi perhatian pelaku pasar, meskipun dampaknya masih terbatas terhadap arah indeks secara keseluruhan.

Secara teknikal, IHSG saat ini berada di atas garis rata-rata (moving average/MA) 5, 20, dan 200 hari, mengindikasikan tren bullish jangka pendek maupun panjang.

"Histogram positif pada indikator MACD menunjukkan adanya momentum kenaikan yang kuat, didukung volume beli serta sinyal akumulasi," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Meski demikian, indikator Stochastic RSI saat ini berada di area overbought, sehingga investor tetap perlu mewaspadai potensi pullback minor ke area 8.050–8.070.

Untuk jangka pendek, selama IHSG mampu bertahan di atas level support MA5 sekitar 8.050, penguatan diyakini masih akan berlanjut dengan target area 8.150–8.200.

Disclaimer: Berita ini disusun untuk tujuan informasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.*

(bi/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi, Sentuh Rp2,174 Juta per Gram
APINDO: IEU-CEPA Jadi Tonggak Baru Ekspor dan Investasi Indonesia–Eropa
PT Inalum Sambut Kunjungan Komite II DPD RI dan Pemkab Batu Bara, Bahas Industri Aluminium dan Pembangunan Daerah
Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Akan Tambah Utang Negara Secara Berlebihan
Purbaya: Daripada Anggaran Nongkrong di BI, Mending Saya Bagikan ke Masyarakat
DPR RI Sahkan Anggito Abimanyu Sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS 2025–2030
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru