Kobar Semangat Kesaktian Pancasila Kapolda Aceh Tegaskan Pesan Penting Ini Buat Seluruh Personel
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Mapolda Aceh, Kamis (1/10/2026).
NASIONAL
JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penolakannya terhadap penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai pembentukan family office di Indonesia, yang sebelumnya digagas oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.
Purbaya menyatakan, pembangunan family office tetap diperbolehkan selama tidak menggunakan dana negara.
Ia memastikan tidak akan mengalihkan pos anggaran dari APBN untuk kebutuhan tersebut.Baca Juga:
"Saya sudah dengar lama isu itu (family office), tapi biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun saja sendiri. Saya anggarannya enggak akan alihkan ke sana," kata Purbaya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin (13/10).
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa dirinya hanya akan mengalokasikan anggaran untuk program-program yang memiliki manfaat langsung dan terukur bagi masyarakat, serta memenuhi prinsip tata kelola yang baik.
"Saya fokus, kalau kasih anggaran tepat, nanti pas pelaksanaannya tepat waktu, tepat sasaran dan nggak ada yang bocor, itu saja," tegasnya.
Purbaya juga mengaku tidak terlibat dalam proses pembentukan family office yang menjadi usulan era pemerintahan sebelumnya.
Ia menyebut belum memahami secara menyeluruh konsep maupun rancangannya.
"Enggak, saya nggak terlibat. Kalau mau saya doain lah. Saya belum terlalu ngerti konsepnya. Walaupun Pak Ketua DEN sering bicara, saya belum pernah lihat apa sih konsepnya, jadi saya nggak bisa jawab," ujarnya.
Gagasan pembentukan family office pertama kali diutarakan Luhut Pandjaitan pada Mei 2024 saat masih menjabat sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi di era Presiden Joko Widodo.
Ia menyebut Indonesia bisa menarik investasi hingga US$500 miliar atau setara Rp8.151 triliun melalui skema ini, sekitar 5 persen dari total dana global yang dikelola family office senilai US$11,7 triliun.
Luhut mengutip negara-negara seperti Singapura, Hong Kong, dan Abu Dhabi yang telah sukses menjalankan model family office, dengan Singapura disebut telah memiliki lebih dari 1.500 family office.
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Mapolda Aceh, Kamis (1/10/2026).
NASIONAL
TAKENGON Festival Literasi Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2026 resmi dibuka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpus) Kabupaten Aceh Tengah
PENDIDIKAN
MEDAN Lurah Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Rio Rahmad Alam Siregar bersama sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dipanggil Inspektorat K
PEMERINTAHAN
JAKARTA Masa jabatan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri segera berakhir setelah DPR RI menyetujui pengangkatan Komjen Pol Su
NASIONAL
MEDAN Dua orang diduga pelaku perampokan dan pembunuhan Wakil Rektor IT&B Karo, AS (38), sempat menggunakan uang hasil kejahatan untuk meny
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Jaksa Penuntut Umum (JPU) berencana menghadirkan 94 saksi dan 26 ahli dalam persidangan perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama b
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan pada awal Oktober 2026. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasi
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (1/10/2026) pagi. Rupiah kembali mend
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada perdagangan Kamis (1/10/2026) pagi. IHSG sempat menguat setelah pembukaa
EKONOMI
JAKARTA Harga emas Antam mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Harga emas Antam ukuran 1 gram turun Rp14.000 menjadi Rp2.
EKONOMI