BREAKING NEWS
Jumat, 28 Agustus 2026

Gebyar Baksos Milenial 2025: Serukan Reformasi Birokrasi di Tengah Pemangkasan APBD DKI

gusWedha - Selasa, 21 Oktober 2025 07:20 WIB
Gebyar Baksos Milenial 2025: Serukan Reformasi Birokrasi di Tengah Pemangkasan APBD DKI
Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Jaya Center Foundation, Budi Mulyawan, SH. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Setiap rupiah anggaran harus menghasilkan manfaat nyata. Pemanfaatan platform digital seperti SMARTAPBD bisa meningkatkan transparansi dan akuntabilitas," jelas Budi.

Ia menegaskan bahwa birokrasi yang ideal bukanlah yang gemuk dengan regulasi, tetapi gesit dalam memberikan solusi.

Prinsip efisiensi dan efektivitas harus menjadi roh dari setiap kebijakan pemerintah daerah.

Budi juga menyoroti pentingnya reformasi hingga ke tingkat kelurahan. Menurutnya, keberhasilan reformasi birokrasi ditentukan oleh efektivitas pelayanan di tingkat paling bawah.

Ia mendorong penataan ulang posisi lurah agar menjadi bagian penting dari perbaikan birokrasi dan penguatan integritas pelayanan publik.

"Reformasi bukan hanya soal struktur, tapi soal budaya kerja yang bersih, terbuka, dan melayani. Di tingkat kelurahanlah wajah nyata pemerintah dilihat masyarakat," tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, ia mendorong penggunaan alat pengawasan seperti Monitoring Center for Prevention (MCP) dari KPK serta Survei Penilaian Integritas (SPI) sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas.

Sementara itu, Ketua Panitia Gebyar Baksos Milenial Jakarta 2025, Taufik Kurahman, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak sekadar aksi sosial, tetapi juga memiliki misi edukatif dan reflektif bagi generasi muda.

"Kami ingin menjadikan baksos ini sebagai ruang dialog kebangsaan yang inklusif, terutama bagi milenial dan Gen Z untuk memahami pentingnya reformasi birokrasi dan pemerintahan yang bersih," ujarnya.

Rangkaian acara akan mencakup pelayanan kesehatan gratis, diskusi publik tentang tata kelola modern, hingga kampanye digital antikorupsi.

Seluruh kegiatan dirancang untuk membangun semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kesadaran kritis generasi muda terhadap isu-isu tata kelola.

"Perubahan besar dimulai dari kesadaran kolektif. Kami ingin mendorong kolaborasi antara masyarakat sipil, birokrasi, dan anak muda untuk menciptakan tata kelola yang partisipatif," lanjut Taufik.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Selasa 21 Oktober 2025: Seluruh Wilayah Hujan Ringan
Menkeu Soroti Lambatnya Serapan APBD, Rp234 Triliun Dana Daerah Nganggur di Bank
Peduli Korban Kebakaran Penjaringan, MIO Indonesia PW DKI Jakarta Hadirkan Bantuan Langsung
Ribuan Peserta Meriahkan MAG Run ke-9 di Mall Artha Gading, Wali Kota Jakut Lepas Peserta di Garis Start
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Senin 20 Oktober 2025: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
Mempertanyakan Grand Design Pemko Padangsidimpuan Dalam Menghadapi "Badai" Efisiensi Jilid II 2026?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru