Penguatan ini ditopang oleh mayoritas saham yang berada di zona hijau, dengan 339 saham menguat, 200 saham melemah, dan 171 saham stagnan.
Volume perdagangan tercatat sebesar 4,84 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,47 triliun, serta frekuensi transaksi mencapai 344.546 kali.
Kapitalisasi pasar BEI pada pembukaan hari ini tercatat di angka Rp 15.939,05 triliun.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan peta jalan pengembangan pasar modal nasional melalui Master Plan BEI 2026-2030.
Strategi ini bertujuan menjaga momentum pertumbuhan pasar modal dan menempatkan Indonesia di jajaran 10 besar bursa efek terbaik dunia pada 2030, baik dari sisi kapitalisasi maupun nilai transaksi.
"Melalui Master Plan BEI 2026-2030, kami menetapkan tujuan besar untuk membangun pasar modal Indonesia yang inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung secara global. Harapannya, Indonesia dapat masuk ke top 10 bursa dunia sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional," ujar Iman saat pembukaan persidangan Bursa di gedung BEI, Jakarta.
Presiden RI Prabowo Subianto sedianya dijadwalkan hadir untuk membuka perdagangan saham 2026, namun tidak menghadiri acara tersebut.
Pembukaan bursa dilakukan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama sejumlah pejabat, termasuk Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua OJK Mahendra Siregar, Ketua LPS Anggito Abimanyu, dan Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun.
Meski tanpa kehadiran Presiden, IHSG tetap mencatatkan momentum positif di awal tahun, menjadi sinyal optimisme investor terhadap prospek pasar modal Indonesia di 2026.*