BREAKING NEWS
Rabu, 25 Februari 2026

Industri Sawit Indonesia Menghadapi Transformasi, Fokus pada Hilirisasi dan Pasar Domestik

Adam - Senin, 05 Januari 2026 13:11 WIB
Industri Sawit Indonesia Menghadapi Transformasi, Fokus pada Hilirisasi dan Pasar Domestik
ilustrasi (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

IPOSS menyebutkan bahwa peningkatan konsumsi dalam negeri akan berperan penting dalam menjaga stabilitas harga CPO di pasar global. Meskipun ekspor sawit diperkirakan akan menghadapi tantangan akibat penguatan konsumsi domestik, hal ini dinilai sebagai langkah yang positif untuk ketahanan energi Indonesia.

Dalam konteks ini, permintaan dalam negeri yang meningkat diharapkan dapat menjaga harga CPO tetap tinggi sepanjang tahun 2026, meskipun tetap dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan kebijakan perdagangan negara mitra.

Rekomendasi untuk Perbaikan Tata Kelola dan Produktivitas

Ketua Pengurus IPOSS, Nanang Hendarsah, mengatakan bahwa laporan Outlook Sawit 2026 disusun untuk memberikan arahan strategis bagi pengelolaan industri sawit Indonesia di tengah tantangan kebijakan dan pasar global.

Laporan ini juga bertujuan untuk mendorong perbaikan tata kelola, produktivitas/" target="_blank">peningkatan produktivitas, serta keseimbangan antara kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

IPOSS merekomendasikan percepatan peremajaan kebun rakyat, penguatan kepastian legalitas, serta integrasi tata kelola industri sawit untuk memastikan keberlanjutan sektor ini.

Selain itu, pentingnya penyelarasan kebijakan energi dan perdagangan juga ditekankan agar penguatan pasar domestik tidak menggerus daya saing ekspor Indonesia.

Transformasi Industri Sawit untuk Masa Depan

Dalam pandangan IPOSS, pengelolaan industri kelapa sawit ke depan tidak dapat lagi dilakukan dengan pendekatan business as usual.

Transformasi menuju pengelolaan yang berbasis produktivitas, tata kelola yang kuat, dan keberlanjutan menjadi kunci untuk memastikan Indonesia tetap menjadi pemain utama dalam pasar minyak nabati dunia.

"Untuk itu, pengembangan hilirisasi dan pemanfaatan sawit secara berkelanjutan akan menjadi faktor krusial untuk meningkatkan nilai tambah industri sawit Indonesia di pasar global," kata Nanang.*

(k/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wamenkum Eddy Hiariej Klarifikasi: Penyadapan Tanpa Izin Pengadilan Adalah Hoaks
Jangan Sembarang Sebut Pelanggaran HAM Berat dalam Penanganan Bencana Alam
Krisis Venezuela: Pengaruh Geopolitik Terhadap Pasar Global dan Ekonomi Indonesia
Indonesia Serukan Dunia Hormati Kedaulatan Venezuela Setelah Penangkapan Maduro
Tensi Mulai Mereda, Presiden Interim Venezuela Undang AS untuk Kerja Sama, Apa yang Diinginkan?
12 Poin Penting Perubahan KUHAP Lama dan Baru
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru