BREAKING NEWS
Senin, 23 Februari 2026

IHSG Menguat 1,17%, Saham Big Caps dan Emiten Emas Kompak Naik

Adam - Senin, 23 Februari 2026 09:33 WIB
IHSG Menguat 1,17%, Saham Big Caps dan Emiten Emas Kompak Naik
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada level 8.368,61 pada perdagangan Senin (23/2/2026), seiring penguatan saham-saham big caps dan emiten emas.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.02 WIB, IHSG naik 1,17% atau 96,84 poin dari penutupan sebelumnya.

Saham-saham papan atas kompak menguat. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) melaju 2,97% ke Rp6.925, diikuti PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang naik 2,23% ke Rp2.290 per saham.

Baca Juga:

Emiten energi dan pertambangan juga menunjukkan tren positif.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) meningkat 1,84% menjadi Rp88.600, sementara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) naik 1,78% ke Rp14.300 per saham.

Saham emiten emas menonjol sebagai pendorong IHSG hari ini.

PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) mencatat penguatan paling tinggi 6,01% ke Rp8.375, diikuti PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) naik 3,27% menjadi Rp2.840.

Saham top gainers lain termasuk PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. (DIVA) yang melonjak 29,86% ke Rp187, dan PT Xolare RCR Energy Tbk. (SOLA) terapresiasi 11,43% ke Rp156.

Di sisi lain, saham top losers dihuni PT Indospring Tbk. (INDS) turun 14,75% ke Rp2.080 dan PT Jasnita Telekomindo Tbk. (JAST) turun 8,87% menjadi Rp113 per saham.

Menurut Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, secara teknikal IHSG bergerak pada rentang support 8.250 hingga resistance 8.380.

"Jika stabil di atas 8.350, IHSG berpotensi menguji level psikologis 8.400 pekan ini," ujar Valdy.

Sentimen positif datang dari penguatan Wall Street akhir pekan lalu dan keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif resiprokal Presiden Donald Trump, yang diharapkan meredakan tekanan inflasi dan biaya perusahaan.

Namun pasar tetap mewaspadai potensi tarif global baru 10–15% dan kelanjutan Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang masih menunggu ratifikasi DPR.

Selain itu, persetujuan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap seluruh proposal BEI dan OJK memberikan katalis tambahan.

Investor juga mencermati kewajiban peningkatan free float 15% bagi 267 emiten yang menjadi perhatian utama pekan ini.


Sejumlah saham pilihan yang direkomendasikan untuk dicermati investor antara lain: PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), PT Elnusa Tbk. (ELSA), PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR), PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA), dan PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR).

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.*


(bi/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Naik Tipis ke Rp 3,028 Juta per Gram, Buyback Rp 2,813 Juta
BGN Bantah Mitra SPPG Raup Untung Rp1,8 Miliar per Tahun, Sebut Itu Pendapatan Kotor
Meski Ditentang Mahkamah Agung AS, Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15%
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp3.012.000 per Gram
Tarif Dagang AS Dibatalkan Mahkamah Agung, Prabowo Angkat Suara
Royal Botanica Park Deli Serdang Raih Sertifikat Greenship Gold, Jadi Role Model Hunian Hijau Sumut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru