BREAKING NEWS
Rabu, 11 Maret 2026

Rocky Gerung: ‘Prabowonomics’ Perlu Diuji Akademis, Bukan Hanya Jadi Jargon Politik

Raman Krisna - Rabu, 11 Maret 2026 13:54 WIB
Rocky Gerung: ‘Prabowonomics’ Perlu Diuji Akademis, Bukan Hanya Jadi Jargon Politik
Pengamat politik Rocky Gerung. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDUNG – Pengamat politik Rocky Gerung menekankan pentingnya peran kalangan akademisi dan mahasiswa dalam menguji serta mengkritik kebijakan pemerintah.

Hal itu disampaikan dalam forum diskusi di kampus Institut Teknologi Bandung.

Rocky menilai ruang akademik harus menjadi arena untuk menguji gagasan politik dan ekonomi, termasuk konsep yang disebutnya sebagai "Prabowonomics", pendekatan ekonomi yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:

Menurut Rocky, istilah ini tidak boleh hanya menjadi jargon politik, melainkan perlu diuji secara akademis untuk menelaah dasar ideologi dan metodologinya.

"Begitu sebuah istilah ekonomi muncul dalam politik, tugas intelektual adalah membongkar metodologi dan ideologinya," ujar Rocky.

Ia mempertanyakan apakah pendekatan tersebut lebih dekat dengan ekonomi klasik ala Milton Friedman atau memiliki kecenderungan sosial.


Tiga Pilar Ekonomi Nasional

Dalam paparan itu, Rocky menekankan bahwa sistem ekonomi Indonesia sudah diatur konstitusi melalui tiga pilar:
- Korporasi – Menciptakan akumulasi ekonomi melalui mekanisme pasar.
- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) – Memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
- Koperasi – Memperkuat solidaritas sosial dan kesejahteraan masyarakat.

"Konstitusi sudah memberi arah jelas: korporasi untuk akumulasi ekonomi, BUMN untuk kemandirian nasional, dan koperasi untuk solidaritas sosial," jelas Rocky.

Rocky menyoroti bahwa kesalahan sering terjadi bukan pada teori ekonomi, tetapi pada interpretasi kebijakan oleh para pengambil keputusan.

Ia menambahkan, perbedaan pemahaman di kabinet berpotensi menimbulkan kebingungan dalam pelaksanaan kebijakan nasional.

Selain itu, Rocky juga menyinggung potensi masalah ekonomi akibat gangguan pasokan energi global, termasuk ketegangan di kawasan Strait of Hormuz.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Air PDAM Datang Tengah Malam, Warga Labuhan Ruku “Belajar Hidup Seperti Satpam”
Bahlil Kritisi Syarat TOEFL Tinggi LPDP: “Hanya Menguntungkan Orang Kaya”
Dua dari Empat Kapal Pertamina Berhasil Keluar dari Area Konflik Timur Tengah, Pasokan Energi Nasional Aman
TNI Siaga 1, Mahfud MD: Mungkin Ada Isu Serius yang Belum Dipahami Publik
Kaesang Pangarep Safari Ramadhan ke Ponpes di Yogyakarta, PSI: Kiai dan Politisi Tidak Bicara Politik
Prabowo: Kepemimpinan adalah Takdir, Kekuasaan untuk Lindungi Seluruh Rakyat Indonesia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru