Satgas PRR Minta Anggaran Pemulihan Pascabencana Segera Direalisasikan, Fokus Bantu Penyintas
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong seluruh kementerian dan lemba
NASIONAL
MEDAN – Sektor industri di Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi besar yang dapat menjadi motor penggerak perekonomian daerah.
Dengan didukung oleh kekayaan sumber daya alam, letak geografis yang strategis, dan ketersediaan tenaga kerja yang melimpah, Pemprov Sumut terus berupaya mengoptimalkan potensi industri, terutama dalam sektor industri kecil dan menengah (IKM) berbasis potensi lokal.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, dalam konferensi pers yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Selasa (31/3/2026), menyampaikan pentingnya penguatan IKM dalam rangka meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi daerah.Baca Juga:
"Untuk meningkatkan potensi industri di Sumut, kita perlu memfokuskan pada penguatan industri kecil dan menengah (IKM). Selain itu, pengembangan kawasan industri dan hilirisasi komoditas unggulan daerah juga menjadi prioritas utama," ujar Dedi.
Dedi menjelaskan bahwa meski IKM di Sumut memiliki peran yang sangat vital, sektor ini masih menghadapi sejumlah kendala, seperti tingginya biaya produksi dan rendahnya daya saing.
Namun, dengan adanya 194.089 IKM yang terdaftar dengan Nomor Induk Berusaha (NIB), yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 399.194 orang, Dedi optimis bahwa penguatan sektor ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
"IKM berbasis potensi lokal memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat. Untuk itu, dukungan terhadap IKM perlu terus ditingkatkan," kata Dedi.
Beberapa upaya yang akan dilakukan pada tahun 2026 untuk memperkuat sektor IKM antara lain melalui pelatihan keterampilan dan bantuan peralatan kepada 80 IKM kopi.
Selain itu, 60 wirausaha baru di sektor kopi dan 35 wirausaha di sektor kuliner akan diberikan pembinaan melalui program serupa.
Pemanfaatan teknologi digital juga dianggap sebagai kunci untuk memperluas pasar IKM, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"IKM perlu didukung dalam peningkatan proteksi, akses pembiayaan, pelatihan keterampilan, serta pendampingan dalam hal manajemen dan pemasaran," tambahnya.
Dedi juga menyoroti pengembangan kawasan industri yang menjadi prioritas pemerintah provinsi.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan Kawasan Industri Medan telah menunjukkan kontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kedua kawasan ini tidak hanya menarik investasi tetapi juga mendorong tumbuhnya sektor-sektor industri baru," katanya.
Pengembangan kawasan industri berbasis potensi daerah akan terus didorong ke depan guna meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi.
"Kawasan industri yang terintegrasi ini juga akan membantu memotong rantai distribusi yang panjang sehingga dapat menekan biaya dan meningkatkan daya saing," ujar Dedi.
Selain itu, hilirisasi komoditas unggulan daerah juga akan menjadi fokus utama untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Sumut yang dikenal sebagai penghasil utama kelapa sawit, karet, kopi, dan kakao, akan berfokus pada pengolahan komoditas tersebut menjadi produk bernilai tinggi, seperti produk oleokimia dari kelapa sawit, barang jadi berbahan karet, serta produk makanan dan minuman berbasis kopi dan kakao.
"Melalui hilirisasi, kita dapat mengolah komoditas tersebut menjadi produk bernilai tinggi, sehingga nilai ekonomi yang dihasilkan lebih besar dan berdampak luas bagi perekonomian daerah," tambahnya.
Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, Dedi menegaskan bahwa Sumut harus terus berinovasi dan beralih ke industri berbasis potensi lokal.
"Ini adalah langkah yang tidak hanya meningkatkan perekonomian, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal yang terlibat langsung dalam proses produksi," katanya.
Sumatera Utara, dengan segala potensi yang dimilikinya, berkomitmen untuk menjadi salah satu daerah yang terus berkembang melalui penguatan sektor industri dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.
Ke depan, industri di Sumut diharapkan dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan.*
(ad)
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong seluruh kementerian dan lemba
NASIONAL
JAKARTA Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong agar pelaku tindak pidana korupsi dijatuhi hukuman mati. Organisasi tersebut menilai kor
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi membuka kembali akses platform forum daring Reddit di Indonesia setelah lebih
SAINS DAN TEKNOLOGI
SOLO Timnas U17 Indonesia harus puas berbagi poin dengan Malaysia setelah bermain imbang 11 dalam laga uji coba bertajuk Garuda Champio
OLAHRAGA
MEDAN Warga kawasan Medan Utara menyampaikan sejumlah keluhan kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam program Sapa Warga y
PEMERINTAHAN
SERDANG BEDAGAI Seorang remaja yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Ular, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera
PERISTIWA
JAKARTA Pengguna Android ternyata dapat mengetahui sisa masa dukungan perangkat dengan cara yang cukup mudah. Informasi ini penting untu
SAINS DAN TEKNOLOGI
MEDAN Pemerintah Kota (Pemkot) Medan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memberikan program keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PB
EKONOMI
JAKARTA Komisi VIII DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi potensi kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027.
NASIONAL
KISARAN Kelangkaan semen dan besi mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Kondisi tersebut me
EKONOMI