Pemerintah Susun Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatera hingga 2028
JAKARTA Pemerintah menyiapkan rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera
NASIONAL
MEDAN – Sektor industri di Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi besar yang dapat menjadi motor penggerak perekonomian daerah.
Dengan didukung oleh kekayaan sumber daya alam, letak geografis yang strategis, dan ketersediaan tenaga kerja yang melimpah, Pemprov Sumut terus berupaya mengoptimalkan potensi industri, terutama dalam sektor industri kecil dan menengah (IKM) berbasis potensi lokal.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, dalam konferensi pers yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Selasa (31/3/2026), menyampaikan pentingnya penguatan IKM dalam rangka meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi daerah.Baca Juga:
"Untuk meningkatkan potensi industri di Sumut, kita perlu memfokuskan pada penguatan industri kecil dan menengah (IKM). Selain itu, pengembangan kawasan industri dan hilirisasi komoditas unggulan daerah juga menjadi prioritas utama," ujar Dedi.
Dedi menjelaskan bahwa meski IKM di Sumut memiliki peran yang sangat vital, sektor ini masih menghadapi sejumlah kendala, seperti tingginya biaya produksi dan rendahnya daya saing.
Namun, dengan adanya 194.089 IKM yang terdaftar dengan Nomor Induk Berusaha (NIB), yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 399.194 orang, Dedi optimis bahwa penguatan sektor ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
"IKM berbasis potensi lokal memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat. Untuk itu, dukungan terhadap IKM perlu terus ditingkatkan," kata Dedi.
Beberapa upaya yang akan dilakukan pada tahun 2026 untuk memperkuat sektor IKM antara lain melalui pelatihan keterampilan dan bantuan peralatan kepada 80 IKM kopi.
Selain itu, 60 wirausaha baru di sektor kopi dan 35 wirausaha di sektor kuliner akan diberikan pembinaan melalui program serupa.
Pemanfaatan teknologi digital juga dianggap sebagai kunci untuk memperluas pasar IKM, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"IKM perlu didukung dalam peningkatan proteksi, akses pembiayaan, pelatihan keterampilan, serta pendampingan dalam hal manajemen dan pemasaran," tambahnya.
Dedi juga menyoroti pengembangan kawasan industri yang menjadi prioritas pemerintah provinsi.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan Kawasan Industri Medan telah menunjukkan kontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kedua kawasan ini tidak hanya menarik investasi tetapi juga mendorong tumbuhnya sektor-sektor industri baru," katanya.
Pengembangan kawasan industri berbasis potensi daerah akan terus didorong ke depan guna meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi.
"Kawasan industri yang terintegrasi ini juga akan membantu memotong rantai distribusi yang panjang sehingga dapat menekan biaya dan meningkatkan daya saing," ujar Dedi.
Selain itu, hilirisasi komoditas unggulan daerah juga akan menjadi fokus utama untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Sumut yang dikenal sebagai penghasil utama kelapa sawit, karet, kopi, dan kakao, akan berfokus pada pengolahan komoditas tersebut menjadi produk bernilai tinggi, seperti produk oleokimia dari kelapa sawit, barang jadi berbahan karet, serta produk makanan dan minuman berbasis kopi dan kakao.
"Melalui hilirisasi, kita dapat mengolah komoditas tersebut menjadi produk bernilai tinggi, sehingga nilai ekonomi yang dihasilkan lebih besar dan berdampak luas bagi perekonomian daerah," tambahnya.
Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, Dedi menegaskan bahwa Sumut harus terus berinovasi dan beralih ke industri berbasis potensi lokal.
"Ini adalah langkah yang tidak hanya meningkatkan perekonomian, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal yang terlibat langsung dalam proses produksi," katanya.
Sumatera Utara, dengan segala potensi yang dimilikinya, berkomitmen untuk menjadi salah satu daerah yang terus berkembang melalui penguatan sektor industri dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.
Ke depan, industri di Sumut diharapkan dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan.*
(ad)
JAKARTA Pemerintah menyiapkan rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menerima sepucuk surat dari seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Sidoarjo, Jawa Timur,
NASIONAL
MEDAN Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Utara mencatat sebanyak 12 calon haji asal provinsi tersebut gagal d
AGAMA
PALEMBANG Seorang anggota Kesehatan Daerah Militer (Kesdam) TNI, Pratu Ferischal (23), tewas setelah diduga ditembak oleh rekannya sesam
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tabel Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI 2026 dengan plafon pinjaman Rp50 juta menjadi salah satu informasi yang paling banyak dicari
EKONOMI
ACEH SINGKIL Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Aceh Singkil atas kinerja dan dedikasi
NASIONAL
ACEH SINGKIL Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II sekaligus groundbr
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali mencatat pelemahan tajam hingga menyentuh Rp17.601 per dolar Amerika Serikat pada Jumat, 15 Mei 2026
EKONOMI
NGANJUK Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang mengedepankan prinsip good neighbor policy ata
POLITIK
DEN HAAG Sebanyak 36 negara, mayoritas berasal dari Eropa, menyepakati pembentukan tribunal atau pengadilan khusus untuk mengadili Presi
INTERNASIONAL