Polisi Ungkap Perampokan Toko Emas di Tapaktuan dalam 24 Jam, Pelaku Oknum Anggota Polri
TAPAKTUAN Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi laporan Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia.
Ia menilai revisi proyeksi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi domestik yang dinilai masih resilien.
Bank Dunia sebelumnya menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik dari 5 persen pada 2025 menjadi 4,2 persen pada 2026 dan 4,4 persen pada 2027.Baca Juga:
Untuk Indonesia, lembaga tersebut juga memangkas proyeksi dari 4,8 persen menjadi 4,7 persen pada 2026.
Menanggapi hal itu, Purbaya menyebut Bank Dunia kemungkinan besar memasukkan asumsi dampak kenaikan harga minyak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah sebagai faktor penekan pertumbuhan.
Namun, ia menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global.
Bahkan, ia menilai terdapat perbedaan perhitungan dalam proyeksi yang dirilis lembaga internasional tersebut.
"Triwulan pertama saja mungkin 5,5 persen, 5,6 persen atau lebih. Berarti World Bank itu kita mau resesi, turun ke bawah sekali. Saya pikir World Bank salah hitung," kata Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan.
Purbaya menilai faktor seperti harga minyak bersifat sementara dan dapat berubah cepat, sehingga tidak semestinya menjadi dasar utama dalam penurunan proyeksi jangka menengah.
Ia juga menyebut revisi proyeksi tersebut dapat menimbulkan sentimen negatif terhadap perekonomian nasional.
"Kalau sebulan harga minyak turun, World Bank pasti akan merubah prediksinya. Dia sudah melakukan dosa besar karena menimbulkan sentimen negatif," ujarnya.
Meski demikian, Purbaya menegaskan pemerintah tetap akan mengoptimalkan kebijakan fiskal dan belanja negara untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Ia menyebut penguatan sistem keuangan dan iklim investasi menjadi kunci utama menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Kami memastikan program berjalan baik, sistem keuangan mendukung pertumbuhan, dan iklim investasi terjaga," katanya.
Sementara itu, Bank Dunia dalam laporannya menyebut perlambatan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik dipicu guncangan eksternal, terutama kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Laporan tersebut juga menyoroti risiko inflasi dan ketidakpastian kebijakan global yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi regional.*
(oz/ad)
TAPAKTUAN Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA Pemerintah Aceh meraih tiga penghargaan dalam ajang Forum Pemred Multimedia Award 2026 yang digelar di Hotel Alana, Yogyakart
PEMERINTAHAN
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyayangkan pernyataan advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan ke
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, menegaskan penetapan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Asosiasi Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), Asrul Azis Taba, kembali mengajukan gugatan p
NASIONAL
MAKASSAR Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek strategis nasional Blok Masela resmi memasuki t
EKONOMI
NEW YORK Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia, Spanyol dan Argentina, pada Senin (20/7/2026) di
OLAHRAGA
TAPANULI TENGAH Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, memicu banjir setelah t
PERISTIWA
JAKARTA Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mengkritik pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea
NASIONAL
SIMALUNGUN Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, meluncurkan sejumlah program prioritas saat melakukan kunjungan kerja ke Keca
PEMERINTAHAN