BREAKING NEWS
Kamis, 11 Juni 2026

Bahlil: Minyak Mentah Rusia Mulai Dikirim ke RI Bulan Ini

Abyadi Siregar - Jumat, 17 April 2026 15:31 WIB
Bahlil: Minyak Mentah Rusia Mulai Dikirim ke RI Bulan Ini
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan impor minyak mentah (crude oil) dari Rusia mulai direalisasikan pada April 2026.

Pengiriman tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

"Kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa (dikirim), insyaallah," ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 17 April 2026.

Baca Juga:

Selain minyak mentah, pemerintah juga berencana mengimpor liquefied petroleum gas (LPG) dari Rusia.

Namun, Bahlil menyebut pengiriman LPG masih dalam tahap finalisasi sehingga belum dapat dilakukan bersamaan dengan crude oil.

"Elpiji masih dalam finalisasi. Targetnya tentu lebih cepat lebih baik," kata dia.

Bahlil menuturkan harga pembelian minyak mentah dari Rusia akan bersifat dinamis, mengikuti pergerakan pasar global dan hasil negosiasi antara kedua negara.

Ia belum mengungkapkan secara rinci terkait volume impor yang akan direalisasikan.

"Harga akan menyesuaikan dengan harga pasar dan tergantung negosiasi kita," ujarnya.

Menurut Bahlil, prioritas utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan energi nasional tetap terjaga.

Kebijakan impor ini, kata dia, merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dalam negeri sesuai arahan Presiden.

"Saya sebagai pemerintah memastikan seluruh kebutuhan crude tersedia agar kepentingan rakyat bisa terlayani," kata dia.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Rusia, disepakati kerja sama pengadaan minyak mentah dan LPG antara Indonesia dan Rusia.

Pemerintah Rusia menyatakan kesiapan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia, termasuk melalui suplai minyak dan gas serta pengembangan fasilitas penyimpanan (storage).

Kerja sama ini dijajaki melalui skema antarpemerintah (government-to-government/G2G) maupun antarbisnis (business-to-business/B2B).

Selain itu, kedua negara juga membuka peluang kolaborasi di sektor energi lainnya, seperti pengembangan penyimpanan minyak, kontrak pasokan jangka panjang, hingga penjajakan energi nuklir dan mineral.

Pemerintah berharap kerja sama tersebut dapat memberikan kepastian terhadap ketersediaan cadangan energi nasional, terutama untuk minyak mentah dan LPG.*


(km/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Perintahkan Bulog Serap 1 Juta Ton Jagung, Harga Rp5.500/Kg untuk Petani
RI Impor Minyak Rusia Mulai Bulan Ini, Bahlil: Harga Ikuti Mekanisme Pasar Global
Purbaya: RI Punya Pertahanan Fiskal Berlapis, Tak Bergantung IMF dan Bank Dunia
Surati Prabowo, Andrie Yunus Sebut Pengadilan Militer Kasusnya Tak Legitimate
BGN Wajibkan SPPG Kantongi SLHS Agustus 2026, yang Belum Daftar Siap-siap Disuspensi
Koalisi Sipil Datangi Istana, Serahkan Surat Andrie Yunus ke Prabowo Desak TGPF
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru