Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MSCI masih mengevaluasi konsistensi kebijakan, termasuk transparansi data kepemilikan saham serta rencana kenaikan batas free float menjadi 15 persen.
Dampaknya, tidak ada penambahan saham Indonesia dalam MSCI IMI, serta tidak terjadi perubahan Foreign Inclusion Factor maupun klasifikasi kapitalisasi saham.
"MSCI masih membutuhkan waktu untuk memastikan efektivitas implementasi kebijakan sebelum normalisasi rebalancing dilakukan," tulis Phintraco Sekuritas.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak sideways di kisaran 7.500–7.700, dengan potensi koreksi jika menembus level 7.500.
Adapun saham pilihan Phintraco meliputi IMPC, BRMS, TAPG, SMDR, dan DSNG.
Dari sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia menilai tekanan bursa global, terutama Wall Street yang melemah akibat ketidakpastian geopolitik, turut membebani pasar domestik.
Namun, kenaikan harga sejumlah komoditas dinilai dapat menjadi penopang IHSG.
IHSG diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah di rentang support 7.535–7.590 dan resistance 7.705–7.760.
Saham pilihan CGS meliputi EMAS, ASII, PTBA, ADRO, TINS, dan AADI.
Sementara Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpotensi melemah akibat tingginya tensi geopolitik, harga minyak yang tinggi, serta tekanan nilai tukar rupiah.*
(bb/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.