JAKARTA — Program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) diproyeksikan mampu memberikan tambahan pendapatan bersih bagi desa hingga sekitar Rp1,4 miliar per tahun.
Pengamat koperasi sekaligus Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto, mengatakan potensi ekonomi program ini sangat besar seiring proyeksi omzet nasional yang bisa mencapai Rp1.093 triliun pada tahun pertama operasional penuh.
"Jika laba tersebut didistribusikan ke 60.000 unit KDKMP, maka setiap desa berpotensi memperoleh tambahan pendapatan bersih rata-rata sebesar Rp1,4 miliar per tahun," kata Suroto dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, dari total omzet tersebut, margin keuntungan bersih diperkirakan mencapai 8 persen atau sekitar Rp87,44 triliun secara nasional setelah dikurangi biaya operasional dan porsi pengelolaan.
Menurutnya, perkembangan Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan akselerasi signifikan sejak pertama kali dicanangkan pemerintah sekitar satu tahun lalu.
Hingga 17 April 2026, tercatat 5.376 gerai koperasi telah berdiri, sementara 25.749 gerai lainnya masih dalam tahap pembangunan, dengan lebih dari 33.000 lokasi lahan telah terverifikasi.
Suroto memperkirakan jumlah gerai yang beroperasi dapat mencapai 40.000 unit dalam waktu dekat, dan menembus 60.000 unit pada akhir 2026.
"Ini bukan sekadar angka, tetapi indikasi kuat bahwa KDKMP bergerak menuju skala nasional yang masif," ujarnya.
Dari sisi aset, ia menyebut jika seluruh gerai beroperasi, maka akan terbentuk aset tetap sekitar Rp3 miliar per desa atau total mencapai Rp180 triliun secara nasional.
Selain itu, aktivitas ekonomi koperasi ini juga diproyeksikan mencakup distribusi barang subsidi, perdagangan ritel desa, penyerapan hasil pertanian, hingga penguatan unit simpan pinjam.
Dalam skala lebih luas, ia menilai program ini berpotensi menciptakan efek pengganda ekonomi, mulai dari peningkatan pendapatan per kapita hingga penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Pemerintah juga disebut tengah menyiapkan puluhan ribu manajer koperasi untuk mengelola unit-unit tersebut, seiring meningkatnya minat pelamar terhadap program ini.*