BREAKING NEWS
Rabu, 22 April 2026

Kopdes Merah Putih Diproyeksi Tambah Pendapatan Desa hingga Rp1,4 Miliar per Tahun

Adam - Selasa, 21 April 2026 18:04 WIB
Kopdes Merah Putih Diproyeksi Tambah Pendapatan Desa hingga Rp1,4 Miliar per Tahun
ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. (Foto: AntaraNews)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) diproyeksikan mampu memberikan tambahan pendapatan bersih bagi desa hingga sekitar Rp1,4 miliar per tahun.

Pengamat koperasi sekaligus Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto, mengatakan potensi ekonomi program ini sangat besar seiring proyeksi omzet nasional yang bisa mencapai Rp1.093 triliun pada tahun pertama operasional penuh.

"Jika laba tersebut didistribusikan ke 60.000 unit KDKMP, maka setiap desa berpotensi memperoleh tambahan pendapatan bersih rata-rata sebesar Rp1,4 miliar per tahun," kata Suroto dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, dari total omzet tersebut, margin keuntungan bersih diperkirakan mencapai 8 persen atau sekitar Rp87,44 triliun secara nasional setelah dikurangi biaya operasional dan porsi pengelolaan.

Menurutnya, perkembangan Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan akselerasi signifikan sejak pertama kali dicanangkan pemerintah sekitar satu tahun lalu.

Hingga 17 April 2026, tercatat 5.376 gerai koperasi telah berdiri, sementara 25.749 gerai lainnya masih dalam tahap pembangunan, dengan lebih dari 33.000 lokasi lahan telah terverifikasi.

Suroto memperkirakan jumlah gerai yang beroperasi dapat mencapai 40.000 unit dalam waktu dekat, dan menembus 60.000 unit pada akhir 2026.

"Ini bukan sekadar angka, tetapi indikasi kuat bahwa KDKMP bergerak menuju skala nasional yang masif," ujarnya.

Dari sisi aset, ia menyebut jika seluruh gerai beroperasi, maka akan terbentuk aset tetap sekitar Rp3 miliar per desa atau total mencapai Rp180 triliun secara nasional.

Selain itu, aktivitas ekonomi koperasi ini juga diproyeksikan mencakup distribusi barang subsidi, perdagangan ritel desa, penyerapan hasil pertanian, hingga penguatan unit simpan pinjam.

Dalam skala lebih luas, ia menilai program ini berpotensi menciptakan efek pengganda ekonomi, mulai dari peningkatan pendapatan per kapita hingga penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Pemerintah juga disebut tengah menyiapkan puluhan ribu manajer koperasi untuk mengelola unit-unit tersebut, seiring meningkatnya minat pelamar terhadap program ini.*

(k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rencana Lintasan Pesawat Militer AS di Langit Indonesia, Kemlu Buka Suara
Anak Dibatasi, Tapi Apakah Sudah Dididik?
Sidang Kasus Kompensasi RON 90, JPU Sebut Terdakwa Gunakan Data Lama untuk Formula Harga
Kopdeskel Merah Putih Siapkan Kredit 6% per Tahun, Lawan Rentenir
Komitmen Jaga Infrastruktur, Bupati Batu Bara Tinjau Jembatan dan Pintu Air di Desa Air Hitam
DPR Dorong Sekolah Sinkronkan Aturan Pembatasan Medsos, Begini Penjelasan Fikri
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru