Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyebut jumlah penduduk miskin ekstrem di Indonesia mengalami penurunan menjadi 2,2 juta orang dari sebelumnya 3,56 juta.
Ia menyampaikan, tingkat kemiskinan ekstrem juga turun dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025.
Penurunan tersebut, kata dia, menjadi capaian yang patut disyukuri, meski pekerjaan rumah masih tersisa.
Baca Juga:
"Sehingga penduduk miskin ekstrem kita menjadi 2,2 juta orang dari sebelumnya 3,56 juta orang. Ini patut kita syukuri sekaligus kita masih memiliki tanggungan," kata Muhaimin dalam Rapat Tingkat Menteri di Jakarta Selatan, Senin, 27 April 2026.
Meski terjadi penurunan, Muhaimin mengakui masih terdapat ketimpangan dalam penyaluran bantuan sosial.
Ia menyebut lebih dari 774 ribu keluarga pada kelompok desil 1 belum tersentuh program bantuan, terutama di wilayah seperti Kulonprogo, Garut, Bogor, Cirebon, dan Cianjur.
Selain itu, sekitar 8,1 persen keluarga belum menerima bantuan sosial, sementara 60,2 persen keluarga di kelompok paling miskin baru mendapatkan satu hingga dua jenis program intervensi.
"Bantuan sosial telah menjangkau 8,56 juta keluarga miskin atau sekitar 93,6 persen dari total sasaran," ujarnya.
Ia menambahkan lebih dari separuh penerima sudah mendapatkan lebih dari satu program bantuan sekaligus.
Muhaimin juga menyoroti besarnya anggaran yang telah digelontorkan pemerintah, yakni sekitar Rp503,2 triliun dari APBN serta Rp129 triliun dari APBD.
Ia menekankan perlunya perubahan paradigma kerja kementerian dan lembaga, dari sekadar mengejar serapan anggaran menjadi fokus pada hasil nyata penurunan kemiskinan.
"Kami akan terus bekerja keras untuk mencapai target 0 persen pada 2026 dan maksimal 5 persen pada 2029," kata Muhaimin.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.