BREAKING NEWS
Jumat, 19 Juni 2026

Balita di Cianjur Meninggal, BGN Tegaskan Bukan Dampak Program MBG

- Senin, 27 April 2026 08:06 WIB
Balita di Cianjur Meninggal, BGN Tegaskan Bukan Dampak Program MBG
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang. (Foto: radartuban.jawapos)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) membantah kabar yang menyebut seorang balita di Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan informasi tersebut tidak benar.

"Tidak benar meninggalnya bayi usia dua tahun di Cianjur karena Program MBG," ujar Nanik dalam keterangan pers, Senin (27/4/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, makanan MBG diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles pada 14 April 2026 dan langsung dikonsumsi pada hari yang sama. Menu yang disajikan terdiri dari mie kecap, telur dadar, susu, dan buah.

Namun, pada malam hari hingga keesokan paginya, orang tua balita diketahui memberikan tambahan makanan di luar program MBG, berupa apel dan susu formula.

"Gejala baru muncul dua hari kemudian, yaitu pada 16 April 2026, saat anak mulai mengalami muntah dan diare," jelasnya.

Menurut Nanik, dari total 2.174 penerima manfaat MBG pada hari tersebut, tidak ada laporan gangguan kesehatan serupa. Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi.

BGN juga menyebut, pada 15 April 2026 balita tersebut tidak lagi mengonsumsi makanan dari program MBG karena menolak makan.

Pihak keluarga pun memastikan bahwa kematian anak tersebut tidak berkaitan dengan program pemerintah tersebut.

"Saya orang tua dari Abdul Bais menyatakan kematian anak saya ini murni karena sakit. Tidak ada hubungannya dengan dapur MBG," ujar ayah korban.

Meski demikian, BGN tetap menyampaikan duka cita atas meninggalnya balita tersebut dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya," kata Nanik.*

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BGN Bongkar Alasan Klasik Pelanggaran Dapur MBG, Banyak Pengelola Mengaku Tidak Tahu SOP
Bapanas Minta Pengawasan Diperketat, Program Makan Bergizi Gratis Tak Boleh Lagi Picu Kasus Keracunan
1.700 SPPG Disuspend BGN, Irma NasDem Soroti Dugaan ‘Permainan’ Korwil di Lapangan
1.700 SPPG Disuspend karena Kurangi Porsi MBG, Ayam Dipotong hingga 20 Bagian
Kemenkes Percepat Penerbitan Sertifikat SLHS bagi 26.000 Dapur SPPG demi Jamin Keamanan Pangan
Bappisus Ungkap 1.700 SPPG Disuspend, BGN Temukan Dugaan Pengurangan Porsi MBG
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru