Kawasan SEJALAN Diusulkan Jadi Kampung Kreatif Sumut Berkah, Ini Potensinya
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai mematangkan persiapan menghadapi Verifikasi dan Validasi (Verval) Lapangan Program Kampung Kre
PEMERINTAHAN
JAKARTA — Rencana pemerintah untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam 2–3 tahun ke depan dinilai belum realistis tanpa transformasi besar di sektor energi nasional.
Hal itu disampaikan Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR) Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa.
Fabby menilai, kesenjangan antara produksi dan konsumsi minyak, keterbatasan kapasitas kilang, hingga rendahnya penetrasi kendaraan listrik membuat target penghentian impor BBM dalam waktu singkat sulit dicapai.Baca Juga:
"Stop impor BBM kurang dari lima tahun tidak realistis tanpa transformasi fundamental," kata Fabby dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah faktor struktural masih menjadi tantangan utama, termasuk produksi minyak mentah dalam negeri, kebutuhan investasi hulu migas, serta ketergantungan sektor transportasi pada bahan bakar fosil.
Menurut Fabby, target yang lebih masuk akal adalah penurunan impor BBM sebesar 40–50 persen pada 2030 melalui kombinasi kebijakan seperti penerapan biodiesel B40, peningkatan efisiensi energi, dedieselisasi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), serta percepatan adopsi kendaraan listrik.
Ia menilai beberapa kebijakan pemerintah sudah mengarah pada perbaikan struktural, namun masih perlu penajaman agar tidak menghasilkan target yang terlalu ambisius tanpa kesiapan ekosistem.
"Ukuran keberhasilan perlu lebih ke kesiapan ekosistem, biaya fiskal, dan dampak nyata pengurangan impor," ujarnya.
Fabby juga menyoroti kebijakan biodiesel B50 yang dinilai tidak otomatis memperkuat ketahanan energi jangka panjang.
Menurut dia, semakin tinggi campuran minyak sawit dalam bahan bakar, semakin besar tekanan terhadap pasokan domestik dan fiskal.
Ia menyebut B40 sebagai titik optimal dari sisi manfaat dan risiko, sementara B50 sebaiknya tidak dijadikan kebijakan permanen.
"B50 lebih tepat sebagai opsi darurat jika harga minyak dunia sangat tinggi," kata Fabby.
Selain itu, ia mendorong pengembangan bahan baku alternatif seperti minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) serta pengembangan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) untuk sektor transportasi dan penerbangan secara bertahap.*
(km/ad)
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai mematangkan persiapan menghadapi Verifikasi dan Validasi (Verval) Lapangan Program Kampung Kre
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau langsung pekerjaan normalisasi dan pembongkaran drainase di Jalan Listrik
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima audiensi pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tanjungbalai ya
PEMERINTAHAN
JAKARTA Perombakan Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada awal Oktober 2026 dinilai belum menunjukkan perubah
POLITIK
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto belum melantik Irjen Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru dalam rangkaian sera
NASIONAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan perombakan sejumlah jabatan di lingkungan Polri hanya dua hari setelah dilantik meng
NASIONAL
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan terh
HUKUM DAN KRIMINAL
KARO DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara memberikan tali asih kepada 495 siswa yang terdampak atau diduga mengalami keracunan setelah meng
NASIONAL
MEDAN PSMS Medan meraih poin penuh setelah mengalahkan Persikad Depok dengan skor telak 40 pada pekan keempat Pegadaian Championship 20
OLAHRAGA
JAKARTA Dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mencuat di media sosial. Isu tersebut men
SAINS DAN TEKNOLOGI