BREAKING NEWS
Senin, 29 Juni 2026

Harga Emas Antam Naik Lagi! Kini Tembus Rp 2,84 Juta per Gram

- Kamis, 07 Mei 2026 08:46 WIB
Harga Emas Antam Naik Lagi! Kini Tembus Rp 2,84 Juta per Gram
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (7/5/2026).

Kenaikan harga emas terjadi seiring meningkatnya harga emas dunia yang terdorong sentimen geopolitik dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global.

Pada perdagangan hari ini, harga emas Antam tercatat naik Rp 17.000 menjadi Rp 2.840.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp 2.823.000 per gram.

Baca Juga:

Kenaikan ini memperpanjang reli harga emas domestik yang dalam beberapa hari terakhir bergerak agresif.

Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) juga ikut menguat sebesar Rp 20.000 ke level Rp 2.645.000 per gram.

Pada perdagangan sebelumnya, buyback sempat naik Rp 45.000 menjadi Rp 2.625.000 per gram.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Berdasarkan data Logam Mulia, berikut harga emas Antam per 7 Mei 2026:

0,5 gram: Rp 1.470.000
1 gram: Rp 2.840.000
2 gram: Rp 5.620.000
5 gram: Rp 13.975.000
10 gram: Rp 27.895.000
25 gram: Rp 69.612.000
50 gram: Rp 139.145.000
100 gram: Rp 278.212.000
1.000 gram: Rp 2.780.600.000

Kenaikan harga emas domestik tak lepas dari lonjakan harga emas dunia di pasar spot yang ditutup menguat 3,02 persen ke level US$ 4.693,6 per troy ons, level tertinggi dalam hampir dua pekan terakhir.

Penguatan emas global dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta spekulasi meredanya konflik.

Laporan menyebut Iran tengah mempertimbangkan proposal damai dari Amerika Serikat untuk mengakhiri ketegangan yang berlangsung sejak akhir Februari.

Di sisi lain, pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan penghentian operasi militer dan pembukaan blokade Selat Hormuz turut memicu volatilitas pasar energi.

Harga minyak dunia tercatat anjlok 7,83 persen ke US$ 101,27 per barel, yang turut menekan ekspektasi inflasi global.

Kondisi ini membuka peluang bank sentral untuk mempertimbangkan pelonggaran suku bunga.

Emas, sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), cenderung diuntungkan dalam situasi suku bunga rendah karena meningkatkan daya tarik investasi jangka panjang.*


(bb/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemko Medan Percepat Pembebasan Lahan Sungai Kera, Proyek Banjir World Bank Dikebut
Harga Bawang Merah di Sumut Merangkak Naik, Asahan Tembus Rp 46 Ribu per Kg
Tito Karnavian Minta Daerah Perkuat Inovasi untuk Kendalikan Inflasi dan Buka Lapangan Kerja
Rico Waas Dorong DPP AdNI Tingkatkan Literasi Hukum Warga Medan, Soroti Minimnya Pemahaman Hak Hukum
Tegas! Lapas Labuhan Ruku Hapus Spray Merica, Perkuat Pengamanan dan Cegah Penyalahgunaan
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.377 per Dolar AS, Mata Uang Asia Kompak Menguat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru