Indonesia–Rusia Sepakati Kerja Sama PLTN hingga Migas, Target Tambah 70 GW Listrik
KAZAN Pemerintah Indonesia dan Rusia menyepakati penguatan kerja sama di sektor energi, mulai dari pengembangan pembangkit listrik tenaga
NASIONAL
JAKARTA – Klaim pemerintah mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 menuai kritik dari kalangan akademisi Universitas Indonesia.
Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI menilai angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil perekonomian nasional.
Kritik itu tertuang dalam laporan bertajuk Indonesia GDP Growth, First Quarter 2026: Behind the 5.61 Percent Headline yang disusun oleh LPEM FEB UI.Baca Juga:
Dalam laporan tersebut, Guru Besar LPEM FEB UI Mohamad Ikhsan bersama peneliti Teuku Muhammad Riefky Hasan menyoroti adanya ketidaksesuaian data antar sektor ekonomi.
Mereka menilai pertumbuhan sektor manufaktur sebesar 5,04 persen dinilai tidak selaras dengan kontraksi sektor listrik, gas, dan air yang justru tercatat minus 0,99 persen.
Menurut mereka, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan karena industri manufaktur sangat bergantung pada pasokan energi untuk menopang aktivitas produksi.
"Data sektoral yang muncul memperlihatkan adanya inkonsistensi internal yang perlu dikaji lebih dalam," demikian isi laporan tersebut.
LPEM FEB UI kemudian melakukan simulasi ulang terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun ini.
Hasil estimasi mereka menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan hanya berada di kisaran 4,6 hingga 4,9 persen, lebih rendah dibanding angka resmi pemerintah sebesar 5,61 persen.
Selisih hampir satu persen itu dinilai signifikan karena dapat memengaruhi persepsi investor, pelaku pasar, hingga arah kebijakan ekonomi pemerintah ke depan.
LPEM menilai transparansi metodologi statistik menjadi hal penting agar data ekonomi dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang akurat.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan.
Angka tersebut lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya yang berada di level 5,39 persen dan melampaui proyeksi sejumlah lembaga ekonomi.
Pemerintah menyebut pertumbuhan ekonomi ditopang konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan Idulfitri, peningkatan aktivitas perdagangan, perhotelan, restoran, hingga pertumbuhan transaksi e-commerce.
Namun kritik dari LPEM FEB Universitas Indonesia memunculkan perdebatan baru mengenai validitas data statistik nasional di tengah tekanan ekonomi global, pelemahan daya beli masyarakat, dan ketidakpastian investasi.*
(ad)
KAZAN Pemerintah Indonesia dan Rusia menyepakati penguatan kerja sama di sektor energi, mulai dari pengembangan pembangkit listrik tenaga
NASIONAL
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa Jakarta masih berstatus sebagai ibu kota negara Republik Indonesia hingga diterbitkann
NASIONAL
BATU BARA Keluhan terhadap layanan ATM di BRI Unit Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, kembali mencuat. Nasabah menilai mesin ATM setor
PERISTIWA
JAKARTA Ombudsman Republik Indonesia menyoroti anggaran pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat senilai Rp27 miliar yang dikelola Ke
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada triwulan I2026 me
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi terkait fasilitas pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indo
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH Arab Saudi) membentuk Satuan Tugas Operasi Armuzna untuk memastikan kesiapan layanan menje
AGAMA
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Rudianto Lallo, mendesak pemerintah menjadikan judi daring atau judi online (judol) sebagai musuh bersama
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama PT Catur Elang Perkasa, Mochamad Zaenuri, dalam penyidikan dugaan koru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto, menyatakan pihaknya menghormati keputusan SMAN 1 Pontianak yang menolak mengikuti
NASIONAL