Lomba Antar-OPD Meriahkan HUT ke-81 RI, Wawako Fadly: Kebersamaan Jauh Lebih Penting
TANJUNGBALAI Semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan Pemerintah Kota Tanjung
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Klaim pemerintah mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 menuai kritik dari kalangan akademisi Universitas Indonesia.
Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI menilai angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil perekonomian nasional.
Kritik itu tertuang dalam laporan bertajuk Indonesia GDP Growth, First Quarter 2026: Behind the 5.61 Percent Headline yang disusun oleh LPEM FEB UI.Baca Juga:
Dalam laporan tersebut, Guru Besar LPEM FEB UI Mohamad Ikhsan bersama peneliti Teuku Muhammad Riefky Hasan menyoroti adanya ketidaksesuaian data antar sektor ekonomi.
Mereka menilai pertumbuhan sektor manufaktur sebesar 5,04 persen dinilai tidak selaras dengan kontraksi sektor listrik, gas, dan air yang justru tercatat minus 0,99 persen.
Menurut mereka, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan karena industri manufaktur sangat bergantung pada pasokan energi untuk menopang aktivitas produksi.
"Data sektoral yang muncul memperlihatkan adanya inkonsistensi internal yang perlu dikaji lebih dalam," demikian isi laporan tersebut.
LPEM FEB UI kemudian melakukan simulasi ulang terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun ini.
Hasil estimasi mereka menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan hanya berada di kisaran 4,6 hingga 4,9 persen, lebih rendah dibanding angka resmi pemerintah sebesar 5,61 persen.
Selisih hampir satu persen itu dinilai signifikan karena dapat memengaruhi persepsi investor, pelaku pasar, hingga arah kebijakan ekonomi pemerintah ke depan.
LPEM menilai transparansi metodologi statistik menjadi hal penting agar data ekonomi dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang akurat.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan.
Angka tersebut lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya yang berada di level 5,39 persen dan melampaui proyeksi sejumlah lembaga ekonomi.
Pemerintah menyebut pertumbuhan ekonomi ditopang konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan Idulfitri, peningkatan aktivitas perdagangan, perhotelan, restoran, hingga pertumbuhan transaksi e-commerce.
Namun kritik dari LPEM FEB Universitas Indonesia memunculkan perdebatan baru mengenai validitas data statistik nasional di tengah tekanan ekonomi global, pelemahan daya beli masyarakat, dan ketidakpastian investasi.*
(ad)
TANJUNGBALAI Semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan Pemerintah Kota Tanjung
PEMERINTAHAN
ASAHAN Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri Haul ke25 Allahuyarham Syekh H. Mustafa BS Rokan sekaligus Pameran
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai menerima kunjungan Tim Monitoring Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PK
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menerima audiensi pengurus GPdI (Gereja Pantekosta di Indonesia) di ling
PEMERINTAHAN
BATAM Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menghadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Reg
PEMERINTAHAN
JAKARTA TIMUR Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima Tanda Penghargaan Lencana Melati dari Ketua Kwartir Nasional (
PEMERINTAHAN
ASAHAN Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P., mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Asahan Tahun 2026. P
PEMERINTAHAN
ASAHAN Tim Evaluasi Lomba Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 mela
PEMERINTAHAN
BATAM Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., mengapresiasi keberhasilan pelaksanaan TNI Manunggal Membangu
PEMERINTAHAN