JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang sejumlah agenda ekonomi penting, termasuk pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.
Berdasarkan data IDX Mobile pukul 09.03 WIB, IHSG tercatat turun 0,66 persen ke level 6.328,91. Pada awal perdagangan, nilai transaksi mencapai Rp881,6 miliar dengan volume 1,57 miliar saham.
Secara keseluruhan, pasar dibuka dengan tekanan lebih besar. Tercatat 371 saham melemah, 156 saham menguat, dan 432 saham stagnan.
Kondisi ini menunjukkan dominasi sentimen negatif di awal perdagangan.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar bergerak variatif. Saham BBCA, DCII, dan BYAN terpantau stagnan.
Sementara itu, BBRI menguat 0,33 persen ke Rp3.050, TLKM naik 0,97 persen ke Rp3.110, dan ASII menguat 0,42 persen ke Rp5.975.
Di sisi lain, tekanan cukup besar terjadi pada beberapa saham big caps.
BREN turun 2,32 persen ke Rp2.950, BMRI melemah 0,24 persen ke Rp4.120, MORA terkoreksi 2,94 persen ke Rp5.775, dan TPIA anjlok 12,50 persen ke Rp2.730.
Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 6.250 dan resistance 6.500 pada perdagangan hari ini.
Pelemahan indeks sebelumnya juga dipengaruhi tekanan jual setelah beredar rumor terkait rencana pemerintah mengatur ekspor komoditas melalui badan khusus negara.
Sejumlah komoditas yang disebut dalam isu tersebut antara lain batu bara, minyak kelapa sawit mentah (CPO), hingga mineral logam.
Sentimen ini dinilai memicu kekhawatiran investor terhadap potensi pengendalian harga yang dapat menekan margin laba emiten sektor terkait.
Dari sisi sentimen eksternal, pasar menantikan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR yang membahas KEM-PPKF RAPBN 2027.
Ini menjadi kali pertama kepala negara secara langsung menyampaikan dokumen tersebut di hadapan parlemen.
Selain itu, pelaku pasar juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diperkirakan akan mengumumkan kebijakan suku bunga.
Konsensus pasar memproyeksikan BI Rate berpotensi naik 25 basis poin menjadi 5 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Sejumlah data ekonomi lain juga menjadi perhatian, termasuk proyeksi pertumbuhan kredit yang diperkirakan mencapai 9,7 persen secara tahunan pada April 2026, serta defisit APBN yang tercatat Rp164,4 triliun atau 0,64 persen terhadap PDB per akhir April 2026.
Secara teknikal, analis menilai IHSG yang bergerak di bawah level 6.400 dengan volume jual meningkat membuka peluang pengujian support di kisaran 6.250–6.300.*