Disbunnak Tanjab Timur Sidak PKS, Pastikan Harga TBS Sawit Sesuai Ketetapan Pemerintah
TANJAB TIMUR Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Tanjung Jabung Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (4/6/2026), melanjutkan tekanan yang terjadi pada sesi sebelumnya.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) terpantau kompak bergerak di zona merah pada awal perdagangan.
Berdasarkan data IDX Mobile pukul 09.01 WIB, IHSG tercatat turun 1,06 persen atau 62,98 poin ke level 5.878.Baca Juga:
Total transaksi awal perdagangan mencapai Rp647,9 miliar dengan volume 888,1 juta saham.
Pada pembukaan pasar, sebanyak 114 saham tercatat menguat, sementara 388 saham melemah, dan 457 saham stagnan.
Pergerakan saham unggulan menunjukkan pola beragam.
Beberapa saham seperti BBCA naik 0,45 persen ke Rp5.550, BBRI menguat 0,34 persen ke Rp2.910, TLKM naik 1,40 persen ke Rp2.890, PANI naik 0,37 persen ke Rp6.800, serta EMAS menguat 0,72 persen ke Rp7.000.
Namun, tekanan jual masih mendominasi sejumlah saham besar lainnya.
BREN turun 4,09 persen ke Rp3.990, BMRI melemah 0,25 persen ke Rp4.040, BYAN turun 1,23 persen ke Rp10.050, MORA terkoreksi 1,96 persen ke Rp6.250, dan AMMN turun 4,23 persen ke Rp3.170.
Saham lain seperti ASII juga melemah 1,03 persen ke Rp4.790, BRPT turun 2,27 persen ke Rp1.725, TPIA anjlok 5,57 persen ke Rp1.525, BBNI turun 0,28 persen ke Rp3.560, serta DSSA terkoreksi 5,07 persen ke Rp655.
Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (3/6), IHSG ditutup melemah cukup dalam sebesar 4,11 persen ke level 5.941
. Analis menilai tekanan pasar salah satunya dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp17.966 per dolar AS.
Tim riset Phintraco Sekuritas menyebut, secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan apabila menembus level psikologis 5.900.
Dalam kondisi tersebut, indeks berisiko menguji area support berikutnya di rentang 5.750–5.840.
Di sisi lain, sentimen global turut menekan pasar.
Lembaga pemeringkat Moody's menetapkan peringkat PT Danantara Investment Management (DIM) pada level Baa2 dengan outlook negatif, yang mencerminkan keterkaitan erat dengan kondisi kredit pemerintah Indonesia.
Sementara itu, S&P Global Ratings memberikan peringkat BBB dengan outlook stabil, dan Fitch Ratings juga menetapkan peringkat BBB untuk instrumen utang DIM.
Ketiga lembaga tersebut menyoroti kuatnya hubungan antara DIM dan pemerintah Indonesia.*
(bi/ad)
TANJAB TIMUR Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Tanjung Jabung Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah
PERTANIAN AGRIBISNIS
PASURUAN Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Jawa Timur, memperkenalkan empat anak harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang l
NASIONAL
JAKARTA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan Rancangan UndangUndang tentang Perubahan atas UndangUndang Nomor 4 Tahun 2023
EKONOMI
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap nilai dugaan pemerasan dalam kasus pengurusan dokumen keimigrasian yang menjerat W
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJAB TIMUR Pemanfaatan rumah dinas bagi pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dinilai belum opti
NASIONAL
JAKARTA Penetapan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergiz
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Aksi kekerasan terhadap pasangan suami istri di kawasan Terowongan Tembung, Jalan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
SIMALUNGUN Jauh sebelum agama Islam dan Kristen berkembang di Tanah Simalungun, masyarakat setempat telah mengenal sistem kepercayaan as
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah menjalani pemeriksaan i
HUKUM DAN KRIMINAL