BREAKING NEWS
Jumat, 07 Agustus 2026

Mulai 1 Juli, BBM B50 Resmi Mengaspal di Indonesia, Ini Keunggulannya

Nurul - Selasa, 16 Juni 2026 17:57 WIB
Mulai 1 Juli, BBM B50 Resmi Mengaspal di Indonesia, Ini Keunggulannya
Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Pemerintah memastikan akan mulai menerapkan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru, B50, pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati dan 50 persen solar. Menurut dia, hasil uji coba yang dilakukan pada berbagai jenis kendaraan menunjukkan performa yang cukup baik.

"Hasil pengujian menunjukkan sekitar 80 hingga 90 persen kendaraan yang diuji memiliki hasil yang memuaskan," kata Bahlil, dikutipSelasa, 16 Juni 2026.

Baca Juga:

Pemerintah saat ini masih melakukan pengujian lanjutan sebelum implementasi penuh pada awal Juli mendatang. Bahlil menyebut evaluasi akhir akan dilakukan dalam rapat bersama tim penguji dalam waktu dekat.

Selain dinilai mampu menekan impor BBM, B50 juga disebut memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan B40 yang saat ini digunakan. Salah satu keunggulannya adalah kadar air yang lebih rendah sehingga proses pembakaran di dalam mesin menjadi lebih optimal.

"Berdasarkan hasil sementara, kualitas B50 lebih baik dibandingkan B40. Namun hasil final akan kami sampaikan setelah evaluasi selesai," ujar Bahlil.

Program B50 merupakan kelanjutan dari kebijakan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan di sektor transportasi dan industri. Pemerintah berharap penggunaan biodiesel yang lebih tinggi dapat mengurangi kebutuhan impor solar sekaligus meningkatkan penyerapan produk minyak kelapa sawit dalam negeri.

Bahlil menegaskan kebijakan tersebut juga menjadi strategi pemerintah menghadapi ketidakpastian pasokan energi global, termasuk dampak konflik geopolitik yang terjadi di berbagai kawasan dunia.

"Ini merupakan langkah untuk memperkuat ketahanan energi nasional agar tidak terlalu bergantung pada pasokan BBM dari luar negeri, khususnya solar," katanya.

Sebelum diterapkan secara komersial, uji coba B50 telah dilakukan pada berbagai moda transportasi dan alat berat, mulai dari kendaraan bermotor, kereta api, kapal laut hingga sektor industri. Pemerintah menargetkan seluruh proses pengujian selesai pada Juni 2026 sebelum resmi diluncurkan kepada masyarakat pada Juli mendatang.

Dengan implementasi B50, Indonesia diharapkan semakin dekat menuju kemandirian energi sekaligus mengurangi tekanan terhadap neraca impor bahan bakar nasional.*

(in/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Minyak Dunia Turun, DPR Minta Pemerintah Segera Evaluasi BBM Nonsubsidi
Ketua DPRD Sumut Temui Massa BEM USU, Janji Kawal 9 Tuntutan hingga ke Pemerintah Pusat
Beli Pertalite dengan Jeriken untuk Dijual Lagi, Dua Terdakwa Dituntut 5 Bulan Penjara
Bahlil Beri Sinyal Harga Pertamax Bisa Turun Lagi, Bergantung pada Minyak Dunia
Bahlil Pastikan Pertalite dan LPG 3 Kg Tak Naik, Pertamax Berpotensi Turun
Bukan Karena Kelangkaan, Pemprov Sumut Sebut Antrean Panjang di SPBU Dipicu Panic Buying: Stok BBM Aman
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Menyelamatkan Fiskal Daerah

Menyelamatkan Fiskal Daerah

Oleh Yakub F. IsmailKIAMAT fiskal sedang membayangi sejumlah daerah yang kini tengah menderita teakanan keuangan.Alarm tersebut sekaligus m

OPINI