Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (19/6/2026).
Penguatan terjadi di tengah respons pasar terhadap kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang kembali dinaikkan.
Berdasarkan data RTI Infokom, rupiah dibuka di level Rp17.838 per dolar AS, atau menguat 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Baca Juga:
Di pasar Asia, pergerakan mata uang terpantau bervariasi.
Yuan China tercatat melemah 0,30 persen, dolar Hong Kong stagnan, sementara yen Jepang menguat 0,12 persen.
Mata uang lain seperti won Korea Selatan turun 0,02 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, baht Thailand turun 0,15 persen, dan dolar Taiwan turun 0,11 persen.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut pergerakan rupiah masih dipengaruhi tekanan global dan sentimen kebijakan moneter dalam negeri.
Ia mencatat, pada perdagangan sebelumnya rupiah sempat tertekan hingga 60 poin, namun berhasil menutup pelemahan lebih terbatas di level Rp17.794 per dolar AS.
"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18–19 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen," kata Ibrahim.
Ia menambahkan, kenaikan suku bunga tersebut merupakan langkah lanjutan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus menahan laju inflasi.
"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen," ujarnya.
Sebelumnya, dalam rapat pada 9 Juni 2026, Bank Indonesia juga telah menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.