BREAKING NEWS
Sabtu, 20 Juni 2026

Ironi Pendidikan Vokasi, Lulusan SMK Masih Jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di Indonesia

Nurul - Sabtu, 20 Juni 2026 18:05 WIB
Ironi Pendidikan Vokasi, Lulusan SMK Masih Jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di Indonesia
Para pencari kerja memadati arena Job Fair Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). (Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran terbuka di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2026 mencatat sebanyak 813.776 lulusan SMK belum memperoleh pekerjaan atau setara 11,24 persen dari total pengangguran nasional yang mencapai 7,24 juta orang.

Fenomena tersebut menjadi ironi di tengah tujuan utama pendidikan vokasi yang dirancang untuk mencetak sumber daya manusia siap kerja sesuai kebutuhan dunia industri.

Konsultan Pendidikan dan Karier sekaligus Founder Jurusanku, Ina Liem, menilai tingginya angka pengangguran lulusan SMK disebabkan belum terintegrasinya perencanaan tenaga kerja antara sektor pendidikan, industri, dan pemerintah daerah.

Baca Juga:

Menurutnya, pembukaan jurusan maupun sekolah kejuruan selama ini belum sepenuhnya mengacu pada data kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan industri.

"Kita belum memiliki sistem perencanaan tenaga kerja yang terintegrasi antara pendidikan, industri, dan daerah. Akibatnya banyak jurusan yang dibuka tidak sesuai kebutuhan pasar kerja," ujar Ina, dikutipSabtu (20/6/2026).

Selain itu, Ina menyoroti program magang yang dinilai belum berjalan optimal. Ia menyebut sebagian perusahaan masih memanfaatkan peserta magang sebagai tenaga kerja murah tanpa adanya komitmen untuk merekrut mereka setelah program berakhir.

Karena itu, ia mendorong penerapan sistem apprenticeship seperti yang diterapkan di Jerman, di mana perusahaan dan sekolah bekerja sama menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri sejak awal.

Sementara itu, Pengamat Pendidikan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Jejen Musfah, mengatakan tingginya angka pengangguran lulusan SMK juga dipengaruhi terbatasnya lapangan pekerjaan serta kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Menurutnya, lulusan SMK tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis sesuai jurusan, tetapi juga harus dibekali kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kreativitas, inovasi, hingga kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

"Selain keterampilan khusus sesuai jurusan, lulusan juga perlu memiliki kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreatif-inovatif, dan daya tahan menghadapi tantangan dunia kerja," katanya.

Jejen menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lulusan SMK. Pemerintah dinilai perlu menghadirkan kebijakan yang mendukung iklim investasi dan mendorong perusahaan lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal.

Dengan perbaikan sistem pendidikan vokasi, sinkronisasi kebutuhan industri, serta perluasan lapangan kerja, lulusan SMK diharapkan dapat kembali menjadi tulang punggung penyedia tenaga kerja terampil yang siap bersaing di dunia kerja.*

(k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dasco Temui Mahasiswa Pendemo, Langkah Dialogis Tuai Apresiasi
Libur Sekolah Dimulai, Tiket Kereta di Sumut Mulai Diserbu, 130 Ribu Kursi Disiapkan
Dana Asing Keluar Rp3,19 Triliun, IHSG Tetap Perkasa di Tengah Tekanan Pasar
Medan Vegan Event 2026 Gaungkan Hidup Sehat dan Kepedulian terhadap Hewan
Indonesia Tembus 4 Besar Produsen Beras Dunia, Tertinggi di Asia Tenggara Versi FAO
DPR Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Publik di Program Makan Bergizi Gratis
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru