BREAKING NEWS
Sabtu, 04 Juli 2026

Menkeu Purbaya Pastikan Ekonomi RI Tetap Kuat, APBN Aman dan Program MBG Terus Dievaluasi

Dharma - Sabtu, 04 Juli 2026 16:12 WIB
Menkeu Purbaya Pastikan Ekonomi RI Tetap Kuat, APBN Aman dan Program MBG Terus Dievaluasi
Kuliah Umum bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/7/2026). (Foto: Dok. Kemenkeu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA– Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi perekonomian Indonesia tetap berada dalam jalur yang stabil dan tidak mengarah pada krisis. Pemerintah, kata dia, terus menjaga fundamental ekonomi melalui kebijakan fiskal yang pruden, sekaligus memperkuat pelaksanaan berbagai program prioritas nasional.

Purbaya mengatakan, meski tantangan global masih membayangi, sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan kondisi ekonomi nasional tetap terjaga. Karena itu, pemerintah optimistis mampu mempertahankan stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis. Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki," ujar Purbaya dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).

Baca Juga:

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Oleh sebab itu, pemerintah terus menghadirkan berbagai kebijakan yang diharapkan mampu menggerakkan sektor riil agar manfaat pertumbuhan ekonomi semakin dirasakan masyarakat.

Purbaya juga menyebut inflasi nasional masih berada dalam kisaran yang terkendali. Sementara pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar global, bukan karena melemahnya fundamental ekonomi Indonesia.

Di sisi fiskal, pemerintah memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat. Defisit anggaran diproyeksikan berada di bawah batas maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sedangkan rasio utang pemerintah masih berada pada level yang dinilai aman.

"Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen. Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang pruden," jelasnya.

Menanggapi pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, Purbaya mengatakan evaluasi terus dilakukan agar implementasinya semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Menurutnya, setiap program baru umumnya menghadapi tantangan pada tahap awal pelaksanaan. Karena itu, pemerintah memperkuat pengawasan, melakukan efisiensi anggaran, serta meningkatkan koordinasi antarlembaga guna memastikan penggunaan anggaran negara berjalan secara akuntabel.

"Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Yang terpenting adalah setiap kelemahan segera diperbaiki dan pengawasannya diperkuat," katanya.

Purbaya menambahkan, Kementerian Keuangan selalu menyampaikan analisis mengenai risiko fiskal dan dampak anggaran dalam setiap pembahasan kebijakan strategis pemerintah. Analisis tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan Presiden dalam mengambil keputusan.

Selain itu, reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Keuangan juga terus diperkuat, termasuk melalui pengawasan internal, rotasi pegawai, serta penindakan terhadap aparatur yang terbukti melakukan pelanggaran di sektor perpajakan maupun kepabeanan.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Adik Prabowo Tegaskan Program MBG Tetap Jalan: Tidak Akan Berhenti!
Bakom RI: Kasus Dugaan Korupsi MBG Buktikan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Foto Letjen TNI Tri Budi Utomo Dikaitkan Kasus Korupsi MBG, Kemenhan Beri Klarifikasi
Kasus Dugaan Korupsi MBG Bergulir, Sahroni Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum
Hakim MK Cecar Ahli DPR soal Perbandingan MBG RI dengan Negara Eropa
Menkeu Purbaya Tegaskan Ekonomi RI Tak Menuju Krisis, APBN Tetap Sehat dan Terkendali
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru