Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA – Industri batu bara Indonesia mulai menghadapi tantangan baru di tengah perubahan peta energi global.
Penurunan permintaan dari India sebagai salah satu pembeli terbesar, ditambah melemahnya harga batu bara dunia, menjadi sinyal bahwa pelaku industri tidak lagi bisa bergantung pada satu pasar ekspor.
Harga batu bara internasional terus mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.Baca Juga:
Berdasarkan data Refinitiv, kontrak berjangka batu bara termal pada 6 Juli 2026 berada di level US$128,25 per ton, atau turun lebih dari 15 persen dibandingkan satu bulan sebelumnya.
Penurunan harga dipicu membaiknya sentimen pasar energi global setelah kembali berlangsungnya pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.
Harapan terhadap stabilnya pasokan energi, termasuk potensi terbukanya kembali jalur distribusi melalui Selat Hormuz, membuat harga minyak dan gas alam ikut melemah.
Kondisi tersebut mengurangi kebutuhan sejumlah negara untuk menggunakan batu bara sebagai sumber energi alternatif.
Di saat harga global menurun, kinerja ekspor batu bara Indonesia juga ikut tertekan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor batu bara Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai US$9,75 miliar, turun hampir lima persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi volume, ekspor tercatat 143,56 juta ton, atau turun lebih dari delapan persen secara tahunan.
Perubahan paling besar terjadi di pasar India yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama ekspor batu bara Indonesia.
Pada Mei 2026, nilai ekspor batu bara ke India turun hampir 19 persen, sedangkan volume pengiriman anjlok hingga 37,75 persen, menjadi hanya 6,36 juta ton.
Penurunan tersebut dinilai menjadi tanda bahwa pola perdagangan batu bara dunia mulai berubah seiring meningkatnya kebijakan diversifikasi energi di berbagai negara.
Di tengah melemahnya permintaan dari India, sejumlah negara di kawasan Asia justru meningkatkan pembelian batu bara dari Indonesia.
China menjadi salah satu pasar yang mencatat pertumbuhan signifikan.
Nilai ekspor ke negara tersebut naik hampir 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bahkan dibandingkan April 2026, volume pengiriman melonjak lebih dari 80 persen.
Selain China, peningkatan permintaan juga datang dari Jepang, Vietnam, Bangladesh, Thailand, dan Kamboja.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar Asia masih menjadi tujuan penting bagi ekspor batu bara Indonesia, meskipun persaingan antarnegara pemasok semakin ketat.
Di sisi lain, arah kebijakan energi global diperkirakan akan terus memengaruhi permintaan batu bara.
China memang masih membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di tengah percepatan investasi energi terbarukan.
Sepanjang 2025, negara tersebut menjadi penyumbang terbesar penambahan kapasitas PLTU di dunia.
Situasi itu masih membuka peluang bagi Indonesia untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu eksportir batu bara terbesar dunia.
Namun peluang tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung selamanya.
Transisi menuju energi rendah karbon yang semakin cepat di berbagai negara diprediksi akan terus menekan permintaan batu bara dalam jangka panjang.
Karena itu, pelaku industri pertambangan dinilai perlu memperluas pasar ekspor, meningkatkan nilai tambah produk tambang, sekaligus mulai menyiapkan transformasi bisnis menuju sektor energi yang lebih berkelanjutan.
Ke depan, tantangan Indonesia bukan hanya menjaga volume ekspor, tetapi juga memastikan industri batu bara tetap kompetitif di tengah perubahan besar dalam lanskap energi dunia.
Diversifikasi pasar, efisiensi produksi, serta kemampuan beradaptasi terhadap kebijakan transisi energi global diperkirakan akan menjadi faktor penting yang menentukan masa depan ekspor batu bara Indonesia.* (ad)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL