Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen membangun sistem ekonomi nasional yang sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Menurutnya, arah kebijakan tersebut menjadi fondasi dalam mewujudkan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat industrialisasi nasional.
"Itu betul-betul mau dirombak oleh Bapak Presiden. Semuanya dikembalikan kepada Pasal 33 UUD '45. Soal implementasinya bagaimana? Itu problem teknokrasi," kata Qodari dalam Bisnis Indonesia Forum di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga:
Pasal 33 UUD 1945 mengatur bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
Selain itu, cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Qodari menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menjalankan transformasi ekonomi dengan mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri agar memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Langkah tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kemampuan teknologi nasional, sekaligus memperkuat daya saing industri Indonesia.
Menurutnya, pemerintah juga mengusulkan pembentukan Dewan Kawasan Industri Nasional yang akan dipimpin langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden.
Lembaga ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam pengembangan kawasan industri.
"Tapi, pesannya sudah jelas untuk persoalan kawasan industri yang selama ini terlalu tersendat karena banyak koordinasi lintas sektor hendak ditangani di meja yang paling tinggi," ujar Qodari.
Selain memperkuat kawasan industri, pemerintah juga terus mendorong hilirisasi dari sektor hulu hingga hilir, termasuk pengembangan industri kendaraan listrik dan mobil nasional.
Qodari mengungkapkan, Presiden Prabowo menilai Indonesia memiliki pasar otomotif yang sangat besar sehingga sudah saatnya memiliki produk mobil nasional sendiri.
"Beliau bilang begini, 'Indonesia itu setahun mobil laku hampir 1 juta unit. Masa kita nggak bisa punya mobil nasional? Masa kita nggak bisa 300 ribu, 400 ribu dapat captive market?' Itu yang beliau sampaikan," kata Qodari.
Tak hanya sektor industri, pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi.
Salah satunya melalui kerja sama Tara Indonesia dengan ARM dari Inggris untuk melatih 15 ribu insinyur desain chip semikonduktor.
Program pelatihan tersebut telah dimulai sejak Mei 2026 dengan gelombang pertama yang diikuti sekitar 1.000 peserta di Jakarta.
Menurut Qodari, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan penguasaan teknologi, dan mewujudkan kedaulatan ekonomi nasional sesuai amanat konstitusi.* (km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.