BREAKING NEWS
Senin, 13 Juli 2026

Masuk Tahun Ajaran Baru 2026, Harga Sembako Kembali Melonjak, Ibu Rumah Tangga Menjerit: Warga Minta Presiden dan Pemerintah Segera Turun Tangan

Muhammad Taufik - Senin, 13 Juli 2026 09:00 WIB
Masuk Tahun Ajaran Baru 2026, Harga Sembako Kembali Melonjak, Ibu Rumah Tangga Menjerit: Warga Minta Presiden dan Pemerintah Segera Turun Tangan
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BATU BARA – Dimulainya tahun ajaran baru 2026 di seluruh Indonesia disambut gembira oleh para pelajar yang kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Namun, di balik semangat tersebut, banyak ibu rumah tangga justru mengaku kembali dihadapkan pada persoalan yang hampir setiap tahun dikeluhkan, yakni melonjaknya harga berbagai kebutuhan pokok.

Menurut pengakuan sejumlah warga, kenaikan harga pangan mulai terasa bersamaan dengan aktifnya kembali sekolah serta meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:

Selain itu, masyarakat juga mengaitkan meningkatnya permintaan bahan pangan dengan kembali berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.

Meski demikian, penyebab pasti kenaikan harga memerlukan penjelasan dari instansi yang berwenang.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah daging ayam ras.

Jika pada masa libur sekolah harga ayam masih berada di kisaran Rp24.000 hingga Rp26.000 per kilogram, kini setelah aktivitas sekolah kembali berjalan, harga ayam di sejumlah pasar tradisional dilaporkan telah mencapai Rp30.000 per kilogram.

Tak hanya ayam, masyarakat juga mengeluhkan kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah, bawang putih, telur, hingga beberapa kebutuhan pokok lainnya.

Kondisi tersebut membuat pengeluaran rumah tangga semakin membengkak, terlebih pada saat yang sama para orang tua juga harus menyiapkan biaya masuk sekolah, membeli seragam baru, buku, alat tulis, hingga kebutuhan transportasi anak.

"Baru saja selesai mengeluarkan biaya untuk perlengkapan sekolah anak, sekarang harga sembako juga naik. Sangat berat bagi kami sebagai ibu rumah tangga mengatur keuangan keluarga," ungkap salah seorang warga saat ditemui di pasar.

Keluhan serupa juga datang dari masyarakat lainnya yang berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengendalikan harga pangan.

Mereka menilai lonjakan harga yang hampir selalu terjadi saat aktivitas sekolah kembali dimulai perlu mendapat perhatian serius agar tidak terus berulang setiap tahunnya.

Menurut warga, ketika sekolah memasuki masa libur panjang, harga berbagai kebutuhan pokok relatif stabil bahkan cenderung turun.

Namun begitu aktivitas sekolah kembali dimulai, harga sejumlah komoditas kembali mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai penyebab naiknya harga secara hampir bersamaan.


Masyarakat berharap pemerintah melalui kementerian terkait, pemerintah daerah, dinas perdagangan, dinas ketahanan pangan, serta instansi yang membidangi pengawasan distribusi bahan pokok segera melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional maupun distributor.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tidak mengalami lonjakan yang memberatkan masyarakat.

Warga juga berharap Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dengan menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi bahan pangan di berbagai daerah, sehingga harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil dan terjangkau.

Di sisi lain, para pedagang mengaku kenaikan harga bukan sepenuhnya berasal dari tingkat pasar.

Menurut mereka, harga yang diterima dari pemasok juga mengalami kenaikan sehingga pedagang tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual kepada konsumen.

Para pengamat ekonomi menilai stabilitas harga pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

Terlebih pada momentum tahun ajaran baru, kebutuhan rumah tangga meningkat secara bersamaan, sehingga lonjakan harga bahan pokok dapat memberikan tekanan yang lebih besar terhadap ekonomi keluarga.

Masyarakat berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat memperkuat pengawasan distribusi, menjaga ketersediaan stok pangan, serta mengambil langkah cepat apabila ditemukan indikasi yang menyebabkan harga pangan melonjak secara tidak wajar.

Dengan demikian, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus terbebani oleh kenaikan harga yang terus berulang.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menantikan langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan, sehingga kebutuhan pokok tetap terjangkau dan tidak semakin memberatkan kehidupan masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah.* (ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tutup Turnamen Padel, Rico Waas Ajak Warga Medan Jadikan Olahraga Energi Baru Membangun Kota
Musdalub PJS Babel 2026 Teguhkan Integritas Wartawan, Kakanwil Ditjenpas Babel: Pers Harus Utamakan Akurasi, Keberimbangan, dan Tanggung Jawab
Pengangkatan Komisaris PT PP Jadi Sorotan, Samuel F. Silaen Dorong Transparansi dan Meritokrasi di BUMN
Prof. Didik Rachbini: Lemahnya Penegakan Hukum Bisa Hambat Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Prabowo Ingin Koperasi Bangkit, Menkop Ferry Juliantono Tegaskan Kembali ke Amanat Pasal 33 UUD 1945 dan Jadi Sokoguru Ekonomi Nasional
Senam Bersama di Banda Aceh, Sekda M. Nasir Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru