BREAKING NEWS
Kamis, 16 Juli 2026

Harga Emas Antam Turun, 1 Gram Kini Dibanderol Rp2,615 Juta

Adelia Syafitri - Selasa, 14 Juli 2026 09:48 WIB
Harga Emas Antam Turun, 1 Gram Kini Dibanderol Rp2,615 Juta
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (14/7/2026).

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.615.000 per gram, turun sebesar Rp20.000 dibandingkan harga perdagangan sebelumnya.

Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback emas Antam.

Baca Juga:

Harga buyback tercatat berada di angka Rp2.352.000 per gram, melemah sebesar Rp43.000 dibandingkan hari sebelumnya.

Berikut daftar harga emas batangan Logam Mulia Antam pada Selasa, 14 Juli 2026:

0,5 gram: Rp1.357.500
1 gram: Rp2.615.000
2 gram: Rp5.170.000
3 gram: Rp7.730.000
5 gram: Rp12.850.000
10 gram: Rp25.645.000
25 gram: Rp63.987.000
50 gram: Rp127.895.000
100 gram: Rp255.712.000
250 gram: Rp639.015.000
500 gram: Rp1.277.820.000
1.000 gram: Rp2.555.600.000

Penurunan harga emas Antam tidak lepas dari pergerakan harga emas dunia yang mengalami koreksi cukup dalam.

Harga emas di pasar spot pada perdagangan sebelumnya ditutup di level US$3.998,5 per troy ons, turun sekitar 2,97 persen dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.

Tekanan terhadap emas global terjadi setelah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Konflik tersebut membuat pasar keuangan global bergerak penuh kehati-hatian.

Pusat Komando Amerika Serikat menyatakan akan melanjutkan blokade jalur pelayaran di sejumlah pelabuhan Iran.

Presiden AS Donald Trump juga mengeluarkan pernyataan terkait pengamanan Selat Hormuz yang berpotensi meningkatkan ketegangan kawasan.

Perkembangan tersebut kemudian berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.

Harga minyak jenis Brent tercatat melonjak 10,72 persen menjadi US$84,17 per barel.

Kenaikan harga energi global turut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dunia.

Kondisi ini membuat sejumlah bank sentral berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat melalui kenaikan suku bunga.

Salah satu perhatian utama pasar adalah kebijakan Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat.

Berdasarkan data CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan AS sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75–4 persen pada rapat September meningkat menjadi 51,3 persen.

Sebelumnya, peluang tersebut berada di angka 46,2 persen.

Kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi harga emas karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset.

Ketika suku bunga meningkat, investor cenderung memilih instrumen yang memberikan keuntungan bunga sehingga daya tarik emas dapat berkurang.

Meski demikian, emas masih menjadi salah satu aset yang banyak dipilih investor sebagai pelindung nilai (safe haven) ketika terjadi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.* (bb/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Tembus Rp18.129 per Dolar AS! Apa Penyebab Pelemahan Hari Ini?
IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.026, Saham Bank Mandiri hingga Amman Mineral Tertekan
Ketua TP PKK Simalungun Hadiri Puncak HKG PKK ke-54, Dorong Penguatan Peran Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045
Mengubah Keterbatasan Menjadi Harapan, Sekolah Pedalaman Bangun Semangat Siswa di Hari Pertama Tahun Ajaran Baru
Antrean Panjang BBM Terjadi di SPBU Binjai Timur, Warga Rela Mengantre Hingga Dini Hari
Sejumlah Investor Bidik Hilirisasi Migas Blok Andaman di KEK Arun, Pemerintah Aceh Siapkan Langkah Strategis
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Menyiasati Utang Negara

Menyiasati Utang Negara

Oleh Yakub F. IsmailKONDISI Utang luar negeri (ULN) Indonesia kini kembali mendapat sorotan tajam setelah nilainya menembus USD 444,4 milia

OPINI