BREAKING NEWS
Selasa, 14 Juli 2026

Defisit APBN Membengkak ke Rp670 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Masih Aman

Nurul - Selasa, 14 Juli 2026 12:55 WIB
Defisit APBN Membengkak ke Rp670 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Masih Aman
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-25 mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025, Selasa (14/7/2026). (foto: TVR Parlemen/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 tetap berada dalam batas aman.

Pemerintah mencatat defisit sebesar 2,81 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara Rp670,34 triliun.


Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-25 mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga:

Menurut Purbaya, pemerintah menjalankan strategi pembiayaan yang prudent atau hati-hati untuk menjaga stabilitas fiskal.

Kebijakan itu didukung kondisi pasar keuangan yang membaik sepanjang 2025.

"Defisit APBN 2025 terkendali dalam batas aman sebesar 2,81 persen terhadap PDB atau sebesar Rp670,34 triliun," ungkap Purbaya.

Sepanjang 2025, realisasi pembiayaan neto tercatat mencapai Rp742,73 triliun, atau sekitar 20,54 persen lebih tinggi dibandingkan target yang telah ditetapkan dalam APBN 2025.

Selain mengelola pembiayaan negara, pemerintah juga menggulirkan berbagai stimulus ekonomi secara bertahap di setiap kuartal selama 2025.

Total nilai stimulus yang dikucurkan mencapai Rp110,7 triliun.

Stimulus tersebut difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan konsumsi dalam negeri, sekaligus memperkuat sektor riil.

Program yang mendapat dukungan antara lain mencakup bantuan bagi UMKM, sektor padat karya, sektor perumahan, program magang, diskon tiket transportasi selama masa liburan, hingga pemberdayaan generasi muda.

"Stimulus ini diarahkan untuk menjaga daya beli, mendorong konsumsi domestik, serta memperkuat sektor riil melalui dukungan bagi UMKM, sektor padat karya, perumahan, program magang, hingga diskon tiket pada masa liburan, serta pemberdayaan generasi muda dengan total stimulus mencapai Rp110,7 triliun," papar Purbaya.

Purbaya mengatakan kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah turut memberikan dampak terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Data pemerintah menunjukkan tingkat pengangguran pada Agustus 2025 turun menjadi 4,85 persen, dibandingkan 4,91 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025.

"Terjaganya resiliensi ekonomi Indonesia yang didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif telah mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat," urai dia.

Pemerintah, lanjut Purbaya, akan terus memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara merata.

"Pemerintah akan terus memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, dan memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat," jelas Purbaya.* (mt/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Purbaya: Indonesia Bukan Menuju Indonesia Cemas, Melainkan Indonesia Emas
Menkeu Purbaya Buka Suara soal Tantangan Awal Program MBG: Pemerintah Tak Tutup Mata
Menkeu Purbaya Tegaskan Tarif Pajak Tak Akan Naik, Fokus Perluas Basis Penerimaan Negara
Mengapa RUU Perampasan Aset Dialihkan Jadi Inisiatif DPR? Habiburokhman Ungkap Alasannya
Viral! Bayi di Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Ini Cerita di Baliknya
Kabar Baik untuk Nelayan! Prabowo Tetapkan Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT, Turun Jadi Rp15.000 per Liter
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru