BREAKING NEWS
Kamis, 22 Oktober 2026

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat di Tengah Ketidakpastian Global

Nurul - Selasa, 14 Juli 2026 17:22 WIB
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat di Tengah Ketidakpastian Global
ilustrasi - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa (14/7/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Penguatan mata uang Garuda terjadi di tengah sentimen positif dari keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia, meski pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp18.091 per dolar AS, menguat 18 poin atau 0,10 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp18.109 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, sepanjang perdagangan rupiah sempat menguat hingga 25 poin sebelum akhirnya ditutup di level Rp18.091 per dolar AS.

Baca Juga:

Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah berada di level Rp18.088 per dolar AS atau menguat 12 poin dari posisi sebelumnya. Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di level Rp18.099 per dolar AS, naik 32 poin dibanding perdagangan sebelumnya.

Menurut Ibrahim, pergerakan rupiah masih dipengaruhi perkembangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan blokade angkatan laut terhadap Iran serta rencana penerapan tarif 20 persen bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya distribusi minyak dunia. Pasalnya, sekitar seperlima konsumsi minyak global melewati jalur strategis tersebut.

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi Amerika Serikat kembali meningkat dalam waktu dekat.

Di sisi lain, sentimen positif datang dari keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Lembaga pemeringkat itu menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dengan prospek pertumbuhan yang tetap solid dalam beberapa tahun ke depan.

S&P juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 persen dalam tiga tahun mendatang, ditopang kebijakan fiskal pemerintah serta program hilirisasi sumber daya alam.

Meski demikian, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan Rabu (15/7/2026) masih berpotensi berfluktuasi dan cenderung melemah.

Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp18.090 hingga Rp18.140 per dolar AS seiring masih tingginya ketidakpastian global.* (mt/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Tembus Rp18.129 per Dolar AS! Apa Penyebab Pelemahan Hari Ini?
Rupiah Anjlok ke Rp18.109 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah dan Sentimen Domestik Jadi Sorotan
Rupiah Melemah ke Rp18.124 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Tekan Pasar Keuangan
OTT Bupati Sukoharjo, KPK Ungkap Barang Bukti Miliaran: Emas, Valas, hingga Uang Tunai
IHSG Dibuka Menguat, Berbalik Melemah ke Level 5.910, Investor Pantau Arah Pasar
Rupiah Punya Peluang Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Ini Faktor Pendorongnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru