BREAKING NEWS
Rabu, 15 Juli 2026

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.046! Saham TPIA, BREN, dan BYAN Pimpin Kenaikan

Johan - Rabu, 15 Juli 2026 09:43 WIB
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.046! Saham TPIA, BREN, dan BYAN Pimpin Kenaikan
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu, 15 Juli 2026, dengan penguatan tipis.

Kenaikan indeks didorong oleh menguatnya sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps, seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), dan PT Bayan Resources Tbk. (BYAN).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka naik 0,11 persen atau 6,55 poin ke posisi 6.046,07 pada pukul 09.02 WIB.

Baca Juga:

Pada awal perdagangan, indeks bergerak di kisaran 6.043,57 hingga sempat menyentuh 6.074,07.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 242 saham menguat, 186 saham melemah, dan 241 saham bergerak stagnan.

Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai sekitar Rp10.564,57 triliun.

Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) naik 2,13 persen menjadi Rp1.920 per saham.

Kemudian PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menguat 1,48 persen ke level Rp3.430, sedangkan PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) naik 1,31 persen menjadi Rp11.575 per saham.

Selain itu, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) juga naik 0,85 persen.

Di sektor perbankan, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat 0,71 persen, sedangkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bertambah 0,58 persen.

Meski IHSG bergerak di zona hijau, tekanan dari investor asing masih menjadi perhatian pasar.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan pada perdagangan sebelumnya IHSG memang ditutup naik tipis sebesar 0,03 persen, namun di saat yang sama investor asing mencatat aksi jual bersih atau net sell sekitar Rp886 miliar.

Menurut Fanny, tekanan jual paling banyak terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang utama indeks.

BNI Sekuritas mencatat saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain BBRI, BMRI, BBCA, ASII, AMMN, dan PGAS.

Fanny memperkirakan pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini masih akan bergerak fluktuatif dengan menguji area support di kisaran 5.980 hingga 6.000.

"IHSG hari ini akan menguji support di 5.980–6.000. Jika cukup kuat di area tersebut, terdapat potensi untuk melanjutkan kenaikan," ujarnya.

Menurutnya, apabila indeks mampu bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan pada sesi perdagangan berikutnya masih terbuka.

Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan mencermati pergerakan investor asing, kondisi ekonomi global, serta sentimen pasar yang dapat memengaruhi arah perdagangan saham.

Disclaimer: Informasi ini bersifat pemberitaan dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham.

Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polres Tanjab Timur Ungkap Kasus Kepemilikan Kulit Harimau Sumatera, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara
Harga Pangan Nasional Melonjak Tajam! Bawang Merah Tembus Rp72 Ribu, Daging Sapi Rp200 Ribu
Luhut Temui Prabowo di Hambalang, Ini yang Dibahas
Menag Ungkap Alasan Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Baru Peradaban Islam Dunia
Prabowo Panggil Luhut ke Hambalang, Bahas Jurus Perkuat Ekonomi dan Digitalisasi Pemerintah
Sempat Tertekan, IHSG Berhasil Ditutup Positif di Level 6.039
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru