BREAKING NEWS
Rabu, 15 Juli 2026

Harga Emas Antam Naik Rp20.000 Hari Ini, Tembus Rp2,635 Juta per Gram!

Johan - Rabu, 15 Juli 2026 09:52 WIB
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 Hari Ini, Tembus Rp2,635 Juta per Gram!
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) kembali menguat pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026.

Kenaikan ini mengikuti penguatan harga emas dunia yang didorong oleh melambatnya inflasi Amerika Serikat.

Berdasarkan daftar harga resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini naik Rp20.000 menjadi Rp2.635.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Baca Juga:

Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) juga mengalami kenaikan sebesar Rp30.000, dari hari sebelumnya menjadi Rp2.382.000 per gram.

Daftar Harga Emas Antam 15 Juli 2026

Berikut daftar harga emas batangan Logam Mulia Antam pada Rabu, 15 Juli 2026:

0,5 gram: Rp1.367.500
1 gram: Rp2.635.000
2 gram: Rp5.210.000
3 gram: Rp7.790.000
5 gram: Rp12.950.000
10 gram: Rp25.845.000
25 gram: Rp64.487.000
50 gram: Rp128.895.000
100 gram: Rp257.712.000
250 gram: Rp644.015.000
500 gram: Rp1.287.820.000
1.000 gram: Rp2.575.600.000

Kenaikan harga emas Antam sejalan dengan penguatan harga emas di pasar internasional.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas dunia di pasar spot ditutup di level US$4.052,9 per troy ons, naik sekitar 1,28 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Penguatan tersebut terjadi setelah harga emas sempat mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut dengan koreksi hampir tiga persen.

Selain dipengaruhi faktor teknikal, kenaikan harga emas juga didorong oleh rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan pasar.

Data US Bureau of Labor Statistics menunjukkan inflasi tahunan Amerika Serikat pada Juni 2026 berada di level 3,5 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4,2 persen.

Angka tersebut juga berada di bawah proyeksi pasar sebesar 3,8 persen.

Sementara itu, inflasi inti secara tahunan tercatat 2,6 persen, turun dari 2,9 persen pada Mei dan lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 2,8 persen.

Secara bulanan, Amerika Serikat bahkan mencatat deflasi sebesar 0,4 persen, yang menjadi penurunan terbesar sejak April 2020.

Melambatnya inflasi membuat pelaku pasar mulai memperkirakan bahwa bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) tidak lagi memiliki tekanan besar untuk kembali menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Ekonom Bloomberg Economics, Andrew Sacher dan Troy Durie, menilai kondisi tersebut memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun.

Menurut mereka, meski inflasi masih berada di atas target dua persen, perlambatan yang terjadi membuat peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat semakin kecil.

Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi harga emas karena logam mulia merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Ketika suku bunga tinggi, emas cenderung kurang diminati karena investor lebih memilih instrumen yang memberikan bunga.

Sebaliknya, ketika peluang kenaikan suku bunga menurun, daya tarik emas biasanya meningkat.* (bi/ad)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS, Didorong Inflasi Amerika Serikat yang Lebih Rendah
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.046! Saham TPIA, BREN, dan BYAN Pimpin Kenaikan
Polres Tanjab Timur Ungkap Kasus Kepemilikan Kulit Harimau Sumatera, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara
Harga Pangan Nasional Melonjak Tajam! Bawang Merah Tembus Rp72 Ribu, Daging Sapi Rp200 Ribu
Inflasi RI Terkendali, Tito Siapkan Jurus Jaga Harga Pangan dan Pasokan Daerah
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat di Tengah Ketidakpastian Global
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru