BREAKING NEWS
Minggu, 02 Agustus 2026

Cuma 2 dari 34 Kanwil Capai Target di 2025, Purbaya Yakin Tahun Ini Jauh Lebih Baik

Adelia Syafitri - Minggu, 02 Agustus 2026 13:41 WIB
Cuma 2 dari 34 Kanwil Capai Target di 2025, Purbaya Yakin Tahun Ini Jauh Lebih Baik
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Dia menargetkan lebih dari separuh kantor wilayah (kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mampu mencapai target penerimaan tahun ini.

Optimisme tersebut disampaikan Purbaya setelah pada 2025 hanya dua dari 34 kanwil DJP yang berhasil memenuhi target penerimaan pajak.

Menurut Purbaya, kondisi ekonomi pada 2025 masih dipengaruhi pelambatan global sehingga pertumbuhan penerimaan pajak sempat berada di zona negatif. Namun, situasi tahun ini dinilai telah berubah seiring membaiknya aktivitas ekonomi nasional.

Baca Juga:

"Kalau 2025 kan kalau dilihat pertumbuhan pajaknya juga negatif. Sekarang kan sudah tumbuh 24 persen, sudah beda lingkungan ekonominya," ujar Purbaya, dikutip Minggu (2/8/2026).

Dia mengungkapkan, hingga akhir Juni 2026 realisasi penerimaan pajak nasional telah mencapai Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Purbaya meyakini perbaikan kondisi makroekonomi dan meningkatnya efektivitas penagihan pajak akan mendorong pencapaian target penerimaan pada tahun ini.

"Ekonomi kan lumayan bagus pertumbuhannya. Jadi kita sudah tumbuh 24 persen dari kumpulan pajak. Jadi harusnya sih tahun ini bagus," katanya.

Dalam mengejar target penerimaan, pemerintah memastikan tidak akan menempuh langkah di luar mekanisme perpajakan, seperti melibatkan aparat Bintara Pembina Desa (Babinsa). Seluruh proses pemungutan pajak tetap dilakukan oleh aparat fiskal DJP.

Sebagai gantinya, pemerintah akan memperkuat modernisasi administrasi perpajakan melalui implementasi sistem Coretax guna meningkatkan pengawasan dan meminimalkan potensi kebocoran penerimaan. DJP juga akan lebih responsif menindaklanjuti laporan masyarakat terkait wajib pajak yang belum memenuhi kewajibannya.

Meski demikian, Purbaya menegaskan pemerintah tidak memiliki rencana menaikkan tarif pajak. Fokus kebijakan tetap diarahkan pada perluasan basis pajak atau ekstensifikasi terhadap wajib pajak yang belum patuh.

"Kan kita dapet laporan dari masyarakat juga. Kita akan follow up. Tapi nggak akan ada penaikan tarif pajak. Walaupun kita kejar-kejar," ujarnya.

Dengan strategi tersebut, Purbaya menargetkan lebih dari 17 dari total 34 kanwil DJP mampu memenuhi target penerimaan pada 2026. "Lebih dari setengah (kanwil yang ada)," tegasnya.

Berdasarkan Laporan Keuangan Ditjen Pajak Tahun Anggaran 2025 (Audited), realisasi penerimaan pajak mencapai Rp1.917,89 triliun atau 87,60 persen dari target Rp2.189,31 triliun. Secara tahunan, angka tersebut turun 0,71 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp1.931,61 triliun.

Pada 2025, hanya Kanwil DJP Jakarta Selatan II yang mencapai 106,17 persen dari target dan Kanwil DJP Jawa Barat II sebesar 101,59 persen yang berhasil melampaui target penerimaan.

Sementara itu, Kanwil DJP Wajib Pajak Besar menjadi kontributor terbesar penerimaan dengan realisasi Rp617,05 triliun atau 83,99 persen dari target, disusul Kanwil DJP Jakarta Khusus sebesar Rp270,44 triliun dan Kanwil DJP Jakarta Selatan I sebesar Rp109,94 triliun.

Di sisi lain, Kanwil DJP Kalimantan Timur dan Utara mencatat kontraksi terdalam dengan penurunan penerimaan 47,68 persen secara tahunan dan tingkat pencapaian target terendah, yakni 64,45 persen.* (d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tanpa Naikkan Tarif, Purbaya Ungkap Trik Genjot Pajak 24 Persen: Kejar Penunggak, Bukan Rakyat
Mulai 1 Agustus 2026, Biaya Naturalisasi WNA Jadi WNI Naik Jadi Rp75 Juta!
Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,6 Juta per Gram, Saatnya Beli atau Jual?
PAD Sumut Tembus 50 Persen, Bapenda Optimistis Target Rp6,9 Triliun Tahun 2026 Tercapai
Kapolda Aceh Perkuat Sinergi dengan KPP Pratama Banda Aceh untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
Harga Emas Antam Turun Lagi Hari Ini, Apakah Saatnya Beli?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru