Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Kurikulum di kampus dinilai kerap terlambat beradaptasi dengan perubahan zaman.
Untuk mengatasi hal ini, Eko menekankan perlunya pembenahan menyeluruh dari pemerintah dan perguruan tinggi, khususnya pada perumusan capaian pembelajaran (learning outcome) dan kurikulum.
"Hal ini karena respons atas perubahan tersebut tidak cukup di level individual (sarjana dan diploma atau mungkin tenaga ketrampilan seperti SMK, STM, BLK, dan lain-lain)," jelasnya.
Ia mendorong penguatan program magang terstruktur yang melibatkan sektor industri secara langsung, diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja baru.
"Industri harus diciptakan agar tersedia lapangan pekerjaan. Kalau tidak industri, bagaimana tenaga kerja yang sudah siap bisa terserap," lanjutnya.
Bagi para lulusan, Eko menyarankan agar aktif meningkatkan upskilling dan reskilling melalui berbagai pelatihan formal maupun independen.
"Hal ini sangat penting dalam rangka memenuhi kompetensi yang dibutuhkan industri," katanya.
Di samping menjembatani dunia pendidikan dan industri, Eko mendorong lahirnya wirausaha muda di sektor ekonomi kreatif—seperti kuliner, fesyen, kriya, film, hingga musik—guna membuka lapangan kerja baru secara mandiri.
Namun, pencetakan wirausaha ini harus ditopang oleh ekosistem yang matang.
"Tetapi membangun wirausaha muda harus dibangun juga ekosistemnya baik kompetensi, modal, jaringan, dan lain-lain," pungkas Eko.* (km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.