Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Bukan hanya rumah tangga, pelaku UMKM juga berpotensi terkena dampak serius.
Banyak usaha kuliner kecil seperti penjual nasi ayam, ayam penyet, ayam geprek, warung makan dan pedagang makanan lainnya sangat bergantung pada ketersediaan serta kestabilan harga ayam sebagai bahan baku.
Apabila harga ayam terus meningkat, para pelaku UMKM terpaksa harus memilih antara menaikkan harga jual atau mengurangi keuntungan.
Jika harga jual dinaikkan, daya beli masyarakat dikhawatirkan semakin melemah.
Sementara jika harga tidak dinaikkan, keuntungan pedagang akan semakin tergerus.
Kondisi ini tentu dapat memberikan tekanan terhadap perekonomian masyarakat kelas bawah.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan penyebab kenaikan harga ayam dan melakukan pengawasan terhadap rantai distribusinya, mulai dari peternak, distributor hingga pedagang di tingkat pasar.
Pemerintah juga diharapkan memastikan kebutuhan ayam untuk program MBG tidak menimbulkan gejolak harga yang pada akhirnya justru membebani masyarakat umum.
Masyarakat pun mempertanyakan langkah pemerintah dalam mengendalikan harga pangan.
"Ke mana nih Menteri Perdagangan? Pemerintah harus hadir dan memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat," menjadi suara yang kini ramai diperbincangkan.
Kenaikan harga ayam bukan sekadar persoalan harga komoditas.
Jika berlangsung dalam waktu panjang, dampaknya dapat merembet ke berbagai sektor, mulai dari pengeluaran rumah tangga, keberlangsungan UMKM, hingga daya beli masyarakat.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.