Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BATU BARA — Harga ayam di sejumlah wilayah Kabupaten Batu Bara dilaporkan mengalami kenaikan yang cukup drastis.
Kondisi tersebut mulai dikeluhkan masyarakat, terutama kalangan ibu rumah tangga, pelaku UMKM kuliner, hingga pedagang kecil yang menjadikan ayam sebagai salah satu bahan baku utama dagangan mereka.
Kenaikan harga ayam ini pun memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.
Baca Juga:
Salah satunya mengenai apakah lonjakan harga tersebut berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan ayam untuk memenuhi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di sisi lain, muncul pula dugaan dan kekhawatiran dari masyarakat bahwa kenaikan harga dapat terjadi akibat permainan atau spekulasi di tingkat pedagang besar.
Namun, dugaan tersebut tentunya perlu dibuktikan melalui pengawasan dan pemeriksaan dari instansi terkait agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Pertanyaan lainnya, apakah produksi peternakan ayam saat ini memang belum mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat?
Jika kondisi tersebut terus berlangsung tanpa solusi, masyarakat kecil tentu menjadi pihak yang paling terdampak.
Program MBG yang digagas pemerintah pada dasarnya diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis bagi anak-anak.
Dengan adanya program tersebut, beban orang tua diharapkan menjadi lebih ringan karena kebutuhan makan anak di sekolah dapat terbantu.
Namun, jika pada saat yang sama harga bahan pangan seperti ayam justru melonjak tajam, masyarakat pun mulai mempertanyakan dampaknya terhadap pengeluaran rumah tangga.
"Kalau seperti ini, ringan di anak, berat di orang tua dong," keluh masyarakat yang merasakan dampak kenaikan harga tersebut.
Bukan hanya rumah tangga, pelaku UMKM juga berpotensi terkena dampak serius.
Banyak usaha kuliner kecil seperti penjual nasi ayam, ayam penyet, ayam geprek, warung makan dan pedagang makanan lainnya sangat bergantung pada ketersediaan serta kestabilan harga ayam sebagai bahan baku.
Apabila harga ayam terus meningkat, para pelaku UMKM terpaksa harus memilih antara menaikkan harga jual atau mengurangi keuntungan.
Jika harga jual dinaikkan, daya beli masyarakat dikhawatirkan semakin melemah.
Sementara jika harga tidak dinaikkan, keuntungan pedagang akan semakin tergerus.
Kondisi ini tentu dapat memberikan tekanan terhadap perekonomian masyarakat kelas bawah.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan penyebab kenaikan harga ayam dan melakukan pengawasan terhadap rantai distribusinya, mulai dari peternak, distributor hingga pedagang di tingkat pasar.
Pemerintah juga diharapkan memastikan kebutuhan ayam untuk program MBG tidak menimbulkan gejolak harga yang pada akhirnya justru membebani masyarakat umum.
Masyarakat pun mempertanyakan langkah pemerintah dalam mengendalikan harga pangan.
"Ke mana nih Menteri Perdagangan? Pemerintah harus hadir dan memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat," menjadi suara yang kini ramai diperbincangkan.
Kenaikan harga ayam bukan sekadar persoalan harga komoditas.
Jika berlangsung dalam waktu panjang, dampaknya dapat merembet ke berbagai sektor, mulai dari pengeluaran rumah tangga, keberlangsungan UMKM, hingga daya beli masyarakat.
Karena itu, pemerintah diharapkan segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab kenaikan harga ayam sekaligus mengambil langkah konkret agar kondisi tersebut tidak semakin membebani masyarakat.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.