BREAKING NEWS
Senin, 31 Agustus 2026

Ganti Pimpinan BI Nggak Mempan, Ekonom Senior Ramal Rupiah Bakal Terus Loyo Akibat Ekonomi 'Rakus Impor'

gusWedha - Senin, 31 Agustus 2026 08:49 WIB
Ganti Pimpinan BI Nggak Mempan, Ekonom Senior Ramal Rupiah Bakal Terus Loyo Akibat Ekonomi 'Rakus Impor'
Ekonom senior sekaligus Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J. Rachbini. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Karena itu, menurut Didik, penguatan rupiah membutuhkan pendekatan lintas sektor. Stabilitas nilai tukar tidak cukup dijaga melalui suku bunga maupun intervensi pasar valuta asing.

Indonesia dinilai perlu memperkuat daya saing ekspor, memperbaiki iklim investasi, meningkatkan kepastian hukum, menekan biaya ekonomi tinggi serta memperbesar aktivitas ekonomi yang menghasilkan devisa.

"Jadi berdasarkan analisis menyeluruh terhadap kondisi sektor moneter, sektor riil, sektor domestik dan sektor luar negeri di atas, maka BI lima tahun diperkirakan menghadapi kesulitan dan tidak akan bisa memperbaiki nilai tukar rupiah yang lebih stabil dan lebih kuat," pungkas Didik.

Dengan demikian, tantangan rupiah ke depan dinilai tidak hanya berada di tangan BI. Perubahan struktural yang lebih luas dibutuhkan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sekadar besar di dalam negeri, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan yang lebih kuat dari pasar global.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Diperkuat Tiga Pemain Diaspora, Garuda Muda Siap Tantang Australia di Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20
Kisah Cinta Medsos Berujung Bisnis Vape Narkoba, Sejoli WNI-Malaysia Diringkus di Medan
Polrestabes Medan Tangkap WNA Malaysia di Deli Serdang, Sita 29 Vape Diduga Berisi Narkotika
Antisipasi Dampak El Nino, Malaysia Tawarkan Bantuan Penanganan Karhutla ke Indonesia
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Terbang ke Malaysia, 591 Sekolah Sarawak Terpaksa Ditutup
Kabut Asap Makin Parah, Malaysia Siapkan Jalur Ini ke Indonesia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru