Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Karena itu, menurut Didik, penguatan rupiah membutuhkan pendekatan lintas sektor. Stabilitas nilai tukar tidak cukup dijaga melalui suku bunga maupun intervensi pasar valuta asing.
Indonesia dinilai perlu memperkuat daya saing ekspor, memperbaiki iklim investasi, meningkatkan kepastian hukum, menekan biaya ekonomi tinggi serta memperbesar aktivitas ekonomi yang menghasilkan devisa.
"Jadi berdasarkan analisis menyeluruh terhadap kondisi sektor moneter, sektor riil, sektor domestik dan sektor luar negeri di atas, maka BI lima tahun diperkirakan menghadapi kesulitan dan tidak akan bisa memperbaiki nilai tukar rupiah yang lebih stabil dan lebih kuat," pungkas Didik.
Dengan demikian, tantangan rupiah ke depan dinilai tidak hanya berada di tangan BI. Perubahan struktural yang lebih luas dibutuhkan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sekadar besar di dalam negeri, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan yang lebih kuat dari pasar global.* (dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.