BREAKING NEWS
Sabtu, 05 September 2026

Mau Ubah Desil DTSEN agar Sesuai Kondisi Ekonomi? Bisa Lewat HP, Begini Caranya

Adelia Syafitri - Sabtu, 05 September 2026 17:36 WIB
Mau Ubah Desil DTSEN agar Sesuai Kondisi Ekonomi? Bisa Lewat HP, Begini Caranya
Website Cek Desil DTSEN. (foto: https://cekbansos.kemensos.go.id/)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Masyarakat kini dapat mengajukan pemutakhiran data desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui telepon seluler atau HP.

Pemutakhiran ini penting karena desil menjadi salah satu dasar dalam menentukan kelompok kesejahteraan masyarakat dan sasaran penerima bantuan sosial (bansos).

Desil terbagi dalam skala 1 sampai 10.

Baca Juga:

Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Kelompok desil 1 sampai 5 menjadi prioritas penerima bansos. Namun, data desil masih dapat berubah karena proses pemutakhiran dan verifikasi data.

Lantas, bagaimana cara mengubah atau memperbarui data desil melalui HP?

Cara mengubah data desil

Ada dua cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengajukan pemutakhiran data DTSEN, yakni secara offline melalui kantor desa atau kelurahan dan secara online menggunakan aplikasi Cek Bansos.

Cara mengubah desil secara offline

Masyarakat yang ingin memperbarui data dapat melakukan langkah berikut:

- Datang ke kantor desa atau kelurahan sesuai domisili.
- Sampaikan kepada petugas bahwa Anda ingin mengajukan pemutakhiran data DTSEN.
- Ikuti prosedur yang ditetapkan dan lengkapi dokumen atau persyaratan yang diminta.
- Data yang diajukan akan diproses untuk dilakukan verifikasi.
- Tunggu apabila diperlukan survei oleh pendamping sosial.

Selain datang langsung ke kantor desa atau kelurahan, masyarakat juga dapat mengajukan pemutakhiran secara online melalui HP.

Cara menurunkan desil DTSEN lewat HP

Pemutakhiran data secara online dapat dilakukan menggunakan aplikasi Cek Bansos. Berikut langkah-langkahnya:

- Unduh aplikasi Cek Bansos melalui Play Store.
- Daftarkan akun apabila belum memiliki akun.
- Masuk atau login menggunakan akun yang sudah didaftarkan.
- Pilih menu "Usulkan Pembaruan".
- Isi seluruh data dan pertanyaan yang tersedia.
- Pastikan informasi yang diberikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
- Kirim pengajuan pembaruan data.
- Tunggu proses verifikasi oleh petugas.

Pemutakhiran data tidak serta-merta membuat kelompok desil langsung berubah.

Data yang diajukan harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu.

Pemutakhiran ini penting bagi masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data yang tercatat.

Jika data tidak diperbarui, masyarakat yang sebenarnya memenuhi kriteria penerima bansos berpotensi tidak masuk dalam sasaran bantuan.

Cara cek desil dan status bansos lewat HP

Setelah melakukan pemutakhiran, masyarakat dapat mengecek kelompok desil sekaligus status penerima bansos melalui HP.

Salah satu caranya melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos.

Langkahnya sebagai berikut:

- Buka browser di HP.
- Akses laman resmi Cek Bansos Kemensos.
- Masukkan NIK sesuai KTP pada kolom yang tersedia.
- Isi kode verifikasi atau captcha.
- Klik "Cari Data".
- Sistem akan menampilkan informasi mengenai nama penerima, kelompok desil, periode penyaluran, hingga jenis bantuan yang diterima apabila terdaftar.

Masyarakat juga dapat mengecek informasi tersebut melalui aplikasi Cek Bansos.

Cara cek desil melalui aplikasi Cek Bansos

Unduh dan buka aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store.
Pilih menu Cek Bansos.
Masukkan NIK KTP.
Klik "Cari Data".
Sistem akan menampilkan kelompok desil serta jenis bantuan apabila pengguna tercatat sebagai penerima.


Kemensos benahi data desil DTSEN

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemerintah tengah melakukan pembenahan terhadap data desil agar hasilnya lebih stabil dan akurat.

Menurut Gus Ipul, perubahan desil terjadi antara lain karena terdapat tambahan 12 juta data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang belum selesai diverifikasi dan divalidasi.

"Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi. Sehingga loncat-loncat," kata Gus Ipul dalam siaran pers, Jumat (4/9/2026).

Ia mengatakan pemerintah saat ini tengah melakukan proses stabilisasi, perapian, serta verifikasi dan validasi terhadap data tersebut.

" Nah sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi dan validasi. Insyaallah dalam waktu 1-2 minggu ke depan, data ini akan makin akurat," kata Gus Ipul.

Perubahan desil juga tidak otomatis membuat seseorang langsung dicoret dari daftar penerima bansos.

" Tidak serta-merta orang yang sekarang desilnya berubah, itu otomatis dicoret (bansosnya). Karena masih menunggu penetapan pada awal bulan penyaluran. Sekarang ini kan ada lonjakan-lonjakan, itu tidak otomatis (bansos) hilang. Sementara untuk PBI itu setiap bulan sekali," kata Gus Ipul.

Kementerian Sosial juga menegaskan bahwa desil bukan ukuran mutlak untuk menentukan seseorang kaya atau miskin.

Data tersebut merupakan bagian dari proses penentuan sasaran program bantuan dan perlu terus diperbarui agar kondisi masyarakat yang tercatat semakin sesuai dengan keadaan sebenarnya.* (km/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BUMN Dibabat, Prabowo Targetkan 700 Perusahaan Lagi Ditutup hingga Akhir 2026
Benarkah HP Android Baru Harus Dicas Berjam-jam Sebelum Dipakai? Ini Jawabannya
Eks Kadisdik Langkat Dituntut 11 Tahun, Pengacara Kritik Keras Tuntutan Jaksa: Lari dari Fakta Persidangan!
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepakatan Bersama, Sumut Jadi Penggerak Sinergi Pembangunan
Harga Avtur Naik, Kemenhub Naikkan Batas Fuel Surcharge Tiket Pesawat Jadi 40 Persen
Rp103 Miliar Disebut Buat Podcast, Menkop Ferry: Tidak Tepat! Ini Penjelasannya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru