Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Dunia usaha masih melihat adanya ruang untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2026 dan memasuki 2027.
Namun, pelaku usaha tetap berhati-hati menghadapi berbagai risiko ekonomi dan ketidakpastian global.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan dunia usaha masih melihat prospek pertumbuhan ekonomi meski pemerintah baru melakukan perombakan kabinet.
Baca Juga:
"Kami melihat masih terdapat ruang bagi dunia usaha untuk mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026 dan memasuki 2027, tetapi terdapat sejumlah risiko yang perlu terus diantisipasi," kata Shinta, Jumat (2/10/2026).
Menurut Shinta, hasil survei Mid-Year Business Outlook APINDO 2026 menunjukkan persepsi dunia usaha terhadap pertumbuhan ekonomi nasional 2026 masih relatif berhati-hati.
Sementara itu, ekspektasi terhadap kondisi usaha pada 2027 mulai membaik, meski belum menjadi pandangan mayoritas pelaku usaha.
Sebanyak 37,1 persen perusahaan memperkirakan kondisi usaha pada 2027 akan lebih baik dibandingkan 2026.
Kemudian, 42,2 persen perusahaan memperkirakan kondisi bisnis relatif sama dengan 2026.
Adapun 20,7 persen lainnya memperkirakan kondisi usaha pada 2027 justru lebih buruk.
"Jika merujuk hasil survei, persepsi dunia usaha terhadap pertumbuhan ekonomi nasional 2026 masih relatif berhati-hati. Kondisi dunia usaha 2027, ekspektasi memang mulai membaik, tetapi belum dominan. 37,1% perusahaan memperkirakan kondisi usaha 2027 akan lebih baik dibandingkan 2026, 42,2% memperkirakan relatif sama, dan 20,7% memperkirakan lebih buruk," ujarnya.
Shinta mengatakan sejumlah indikator menunjukkan aktivitas ekonomi Indonesia masih memiliki momentum.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 5,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.