Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 tercatat 5,29 persen secara tahunan.
Di sektor manufaktur, Purchasing Managers' Index (PMI) Indonesia pada September 2026 kembali berada di zona ekspansi dengan angka 52,4, setelah pada Agustus berada di level 49,8.
"Dari sisi domestik, ekonomi Indonesia pada Semester I-2026 memang masih tumbuh 5,45%, sementara aktivitas manufaktur pada September juga kembali berada di zona ekspansi dengan PMI sebesar 52,4. Hal ini memberikan indikasi bahwa aktivitas ekonomi masih memiliki momentum," jelas dia.
Meski demikian, dunia usaha masih menghadapi sejumlah risiko, baik dari dalam maupun luar negeri.
Shinta menyebut ketidakpastian global, dinamika geopolitik, kondisi suku bunga global, volatilitas nilai tukar, dan harga energi sebagai sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi.
Di dalam negeri, pemerintah juga dinilai perlu terus memperkuat daya beli masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing industri.
Perubahan susunan kabinet menjadi salah satu perhatian dunia usaha.
Shinta mengatakan keberlanjutan kebijakan ekonomi menjadi faktor penting agar pergantian pejabat tidak mengganggu aktivitas usaha dan investasi.
"Karena itu, bagi dunia usaha, faktor yang paling menentukan memasuki 2027 adalah seberapa cepat pemerintah dapat menerjemahkan agenda kebijakan menjadi implementasi yang konsisten dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha," tutur Shinta.
Menurut dia, stabilitas ekonomi makro perlu berjalan beriringan dengan penguatan sektor riil, perbaikan iklim investasi, dan peningkatan daya saing industri.
"Jika stabilitas makroekonomi dapat terus dijaga bersamaan dengan penguatan sektor riil, perbaikan iklim investasi, dan peningkatan daya saing industri, maka ruang untuk investasi dan ekspansi usaha akan tetap terbuka," ujarnya.
Shinta mengatakan kepastian kebijakan menjadi penting karena keputusan investasi dan ekspansi usaha umumnya dibuat untuk jangka menengah hingga panjang.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.